Showing posts with label aku dan buku. Show all posts
Showing posts with label aku dan buku. Show all posts

Aug 8, 2008

Berlangganan Majalah Gratis di Internet

Buat yang sudah tahu jalannya, berburu majalah gratis dari internet ternyata gampang. Majalah gratis bisa kita peroleh dengan dua-tiga langkah sederhana. Kita masuk ke situs penyedia majalah gratis lantas pilih kategori yang diminati.

Digital scan of a color plate of painting. Pri...Image via WikipediaNyaris semua tema majalah bisa kita peroleh. Majalah IT, majalah bisnis, majalah dirgantara, majalah geografi, dst.

So, kalau mau koleksi dan berlangganan majalah gratis, internet lah sumbernya. Berapa pun banyaknya majalah yang anda mau, tidak masalah. Semua gratis.
Hanya buat yang tahu jalurnya!

Selamat berlangganan.

original post by anang, yb
Zemanta Pixie

Aug 7, 2008

E-book IT Gratis Yang Paling Populer Dan Paling Sering Di-download

E-book gratis siapa yang tidak mau? Jangan pernah berpikir bahwa men-dwonload e-book gratis adalah ibarat mengkoleksi sampah. Tidak. Banyak e-book gratis yang bermutu yang gratis untuk di-download.

Nah, pingin tau e-book/publikasi gratis bertema IT yang paling populer? Ini dia linknya, dan silakan kalau ikutan mendownloadnya:

Oracle Magazine
Contains technology strategy articles, sample code, tips, Oracle and partner news, how to articles for developers and DBAs, and more..



Cisco on Cisco News
Has exclusive articles on how Cisco IT uses its own products and solutions to enable the business.





eWeek

eWeek is the essential technology information source for builders of e-business. Through a combination of news, analysis and evaluation, it guides readers in making the best technology decisions for their enterprise. Focusing on e-commerce, communications and Internet-based architecture, eWeek enables readers to successfully evaluate, deploy and leverage new technology solutions for competitive advantage.


Database Trends and Applications Is the leading monthly publication providing corporate information project teams with timely





Information Age Is the UK's leading IT in business magazine, for all those involved in setting IT strategy or influencing strategic IT..




Daftar e-book gratis ini kurang panjang? Okey, silakan download ratusan e-book gratis di stus e-book gratis ini. Mumpung speedy gratis hingga januari 2009!
original post by anang, yb

May 23, 2008

Fajar Y S Zebua: Keinginan(terburuk) Meraup Dollar Lewat Internet


Jangan buru-buru senang bila anda disapa dengan julukan GAMAWATI. Sebab sapaan tersebut tidak selalu berarti anda adalah anggota Keluarga besar UGM. Bagi segelintir orang, GAMAWATI berarti Gabungan Maling Waton Bathi! *


Nama Fajar Y S Zebua mendadak sontak jadi terkenal dalam sebulan terakhir. Memang, ketenarannya belum seheboh alumni UGM lainnya semisal Mas Roy. Tapi yang pasti, sosok yang disebut-sebut alumni dan atau mahasiswa (entah mana yang benar) S2 MIPA Ilmu Komputer UGM telah berhasil meraup uang dari internet secara sangat instant. Bukan dollar yang dia raup seperti judul buku yang dia tulis, tapi rupiah. Dan celakanya, modus pencarian rejeki dia membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Dia memilih menjadi GAMAWATI.

Buku Google AdSense: Mudah Meraup Dolar di Internet yang ditulis oleh Fajar Y S Zebua diyakini oleh banyak orang dan khususnya Cosa Aranda sebagai hasil jiplakan mentah-mentah dari sekian banyak artikel yang bertebaran di internet. Dan tampaknya, tulisan Cosa Aranda adalah yang paling banyak dicomot dan dipajang di buku tersebut.

Ah, saya yakin plagiator ini bukanlah orang Jogja asli. Sebab orang Jogja mustinya pandai plesetan. Kalaupun mau menjiplak mustinya dia plesetkan sedikit-sedikit baik judul maupun kalimat di dalamnya. Tapi nyatanya tidak. Materi tulisan yang dia jiplak nyaris sama plek baik isi maupun judul-judulnya. Ampun!

Fajar YS Zebua
sudah memilih jalannya. Dan nama baik dirinya, keluarga, anak dan isteri (sudah kawinkah?) jadi taruhan yang sangat mahal. Tak perlu saya sebut sekian banyak peribahasa yang menekankan betapa berharganya nama baik dalam kehidupan kita.
Dan bila itu sudah kita pertaruhkan, dengan cara apa kita bakal menebus nama baik yang sudah tergadai?

*waton bathi = yang penting untung

original post by anang, yb

May 19, 2008

Akhirnya dengan berat hati, Jennieforindonesia.com saya hapus dari blogroll


Jennie S. Bev tak lagi untuk Indonesia.
Setidaknya Jennie For Indonesia tak lagi ada.


Kali terakhir saya mengunjungi situs www.Jennieforindonesia.com yang terbaca adalah pesan bahwa situs tersebut tak akan aktif lagi, saya lupa persis kalimatnya. Sekali dua, saya masih mencoba menuliskan alamat situs tersebut di browser saya. Percuma saja. Alih-alih saya memperoleh tulisan segar Jennie di situs terpopuler di tahun 2007 tersebut, malahan saya dipesan untuk masuk link lain.

Bila anda menggunakan program zemanta, rujukan artikel dari situs jennieforindonesia masih muncul hingga detik ini, tapi tentu saja tak ada link yang aktif.

Jennie -ibarat seorang kepala sekolah- memang harus kita relakan untuk pindah ke sekolah lain; kali saja ada tempat lain yang jauuh.. lebih membutuhkan ilmunya. Persis seperti dulu saat Jennie juga pamitan dari milis penulisbestseller maupun milis rahasiasuksesterbesar.

Jennie -sebagai selebritis blog- mungkin tak lagi menganggap Indonesia sebagai 'management artists' yang memadai lagi.

Jennie - sebagai seseorang yang berhasrat besar untuk "continue to change the world one breath at a time" - mungkin menganggap Indonesia terlalu sempit untuk menaburkan garam, atau sebaliknya sudah terlalu gelap hingga terang yang dibagikan Jennie lewat kampanye bannernya tahun lalu, tak cukup merubah keadaan di Indonesia.

Hari ini saya turunkan link www.jennieforindonesia.com dari blogroll saya, tapi tidak dari sanubari saya!

Jennie dalam ingatan blog saya:

Katakan lewat tulisan tangan

Balik lagi ke peradaban METRO


Di Natuna saya membawa dua alat penunjuk arah: GPS dan buku "Rahasia Sukses Terbesar"

Di Internet Anda bisa memenukan banyak tips: mulai dari meracik bom hingga mewujudkan kebebasan finansial. Konon.

Silakan mencela atau meuji E-book Mindset Sukses


Resensi E-book Mindset Sukses sudah ada pemenangnya


Dari Jennie S Bev hingga dewa-dewi

Download all your blogs with blogger backup


original post by anang, yb

Feb 22, 2008

Rasul yang terlambat 52 jam


"... saya tidak percaya bahwa dalam urusan dunia,
Tuhan melempar dadu" -Albert Einstein.

Sembilan hari di Senakin, Kalimantan Selatan harus saya bayar dengan mahal: hilangnya kesempatan menjadi lektor*. Setidaknya hingga tiga tahun ke depan!

Entah kenapa, keinginan menjadi lektor (semacam qori/qoriah) tiba-tiba muncul saat kesempatan itu dibuka di paroki saya. Romantisme lama di masa muda dulu pun muncul kembali. Di gereja kecil di pelosok Bantul sana, saya sering mendapat kehormatan membaca kutipan kitab suci saat misa kudus hari raya Natal dan Paskah. Yah, belasan tahun yang lalu....

Untuk itulah, walau tak muda lagi (dan memang tak harus orang muda) saya pun dengan mantap menyerahkan sepenggal hidup saya untuk menjadi lektor.

***

17 Februari 2008 adalah saat yang paling ditunggu. Di hari itulah semua lektor baru di paroki saya dilantik di hadapan ratusan umat dalam misa kudus hari minggu pagi.

Tapi saya tidak ada di sana! Saya masih di dalam belantara hutan Kalimantan! Sedih, kecewa, dan rasanya begitu kehilangan...
Sekedul kegiatan survei di hutan Kalimantan semestinya sudah selesai dua hari sebelum pelantikan lektor berlangsung. Tapi banyak 'kebetulan' yang membuat saya terpenjara di hutan Kalimantan.
Kebetulan pesawat Riau Air sedang grounded sehingga saya harus menempuh perjalanan panjang dan berliku selama nyaris dua hari untuk memburu jadual pelantikan lektor. Mulai naik mobil menyusuri hutan dan tambang batubara, dilanjutkan naik speed-boat, menginap sebentar di Pulau Laut, dilanjutkan naik ferry, disambung dengan naik mobil selama 7 jam non stop melintasi jalan rusak hingga tengah malam baru tiba di Banjarbaru. Esok pagi jam 9.20 wita saya baru bisa terbang ke Jakarta.

Saya tiba jam 12 siang. Tapi bukan hari Minggu, saya tiba di Cengkareng hari Selasa. Saya terlambat 52 jam!

***

Buku berjudul "When God Winks -menangkap isyarat Tuhan dari Peristiwa-peristiwa Kebetulan" menemani saya sepanjang hari selama di Kalimantan, termasuk saat di dalam pesawat terbang.

Ada berapa banyak "kebetulan" yang saya terima selama di Kalimantan? Ah, cukup banyak.
Kebetulan - pesawat Riau Air sedang grounded sehinga saya tidak bisa selekasnya masuk dan keluar lokasi survei di tengah hutan Kalimantan.
Kebetulan - pelaksanaan kegiatan survei tersendat-sendat karena dua pihak yang berselisih tidak semuanya kooperatif. Oh ya, saya di sana menjadi -semacam- tim pencari fakta atas konflik lahan dua pengusaha kehutanan.
Kebetulan - saya menggunakan SIM card Mentari yang nyata-nyata "tidak bersinar" sama sekali di daerah pelosok


Sekadar kebetulan kah? atau ada isyarat yang hendak disampaikanNya melalui rentetan peristiwa kebetulan tersebut?

***
S. Quire Rushnell, penulis buku "When God Winks" telah berhasil menghibur saya. Katanya, hidup kita bukanlah suatu kumpulan dari pengalaman acak yang membawa kita bagaikan setangkai ranting yang hanyut di aliran sungai ke tujuan yang tidak diketahui. Kita adalah bagian dari sebuah rencana yang jauh lebih besar.

Seperti kebanyakan orang, saya pun menyimpan kecurigaan kecil yang sangat jarang diutarakan. Bahwa ada sesuatu yang lain dari seuatu peristiwa kebetulan, sesuatu yang khusus dan nyaris spiritual. Dengan tidak membiarkan peristiwa kebetulan terlupakan begitu saja, serta dengan meyakini bahwa Tuhan tidak pernah melempar dadu di setiap hidup kita, saya pun bisa tersenyum walau impian merasul lewat peran sebagai lektor musti saya pupus. Biarpun serangkaian proses mulai dari audisi, latihan, bahkan rekoleksi menjelang pelantikan menjadi lektor telah saya lalui. Tapi nyatanya Dia merancang saya untuk berada di belantara hutan Kalimantan saat pelantikan lektor musti saya jalani. Bisa jadi DIA sudah menyiapkan peran lain untuk saya.

SMS dari koordinator lektor paroki kembali saya baca, tapi kini dengan senyum ikhlas:
"...aduh sayang amat ya mas Anang. Pdhl sdh ikut dr pertama. Gpp deh, dicoba lg 3 thn lg. Good luck ya."


* Lektor adalah hamba Tuhan yang telah ditunjuk oleh Allah sendiri untuk menjalankan tugas penyampaian firman Tuhan dengan suara yang lantang dan suara dari hati yang penuh sukacita selama perayaan Misa kudus.


original post by anang, yb

Feb 20, 2008

Buku GIS Paling Dicari


Keseringan ditanya peserta training soal dimana musti mencari buku GIS, saya terpikir untuk membantu mencarikan buku semacam itu.

Buat Anda yang tinggal di kota besar semacam Jakarta, Bandung, Surabaya, tentu gampang saja masuk toko buku Gramedia untuk mencari buku bertema GIS dan remote sensing. Tapi bayangkan, betapa ribetnya untuk urusan yang sama bila anda tinggal di Senakin, Tanjung Selor, Muara Teweh, atapun di Nunukan.

Untuk itulah -bukannya sok pahlawan-, tapi sekadar membantu Anda yang kesulitan mencari buku bertema GIS dan Remote sensing, saya menawarkan diri untuk membantu mencarikan buku-buku tersebut.

Tentu saja saya tidak tega mengambil untung. Anda juga tidak perlu memikirkan uang bensin untuk saya biarpun saya musti mondar-mandir ke Gramedia. Tidak perlu juga memberikan uang rokok, karena -sampai kini- bibir saya masih perawan dari sodokan rokok.

Cukup bayarkan sejumlah harga buku tercantum yang sama persis dengan yang tertera di Gramedia plus ongkos kirim sesuai daftar disini. Okey?

Ini dia buku GIS yang mungkin anda cari, semuanya karangan Eddy Prahasta:
Sistem Informasi Geografis Konsep Dasar (39.000)
Sistem Informasi Geografis Tutorial Arcview (52.000)
Sistem Informasi Geografis Arcview Lanjut (75.000)
Sistem Informasi Geografi Tools & Plug-Ins (69.000)
Sistem Informasi Geografis Belajar & Memahami Mapinfo (50.000)
Aplikasi Pemrograman Mapinfo (75.000)
Membangun Aplikasi Web-Based Gis Dengan Mapserver (90.000)

Kalau yang berikut ini dari Penerbit Andi:

Avenue, untuk Pengembangan Sistem Informasi Geografis (37.000)
Sistem Informasi Geografi dengan Autocad Map (30.000)
Sistem Informasi Geografi dengan Autocad Map (bagian II) (30.000)

Kalau yang ini buku Remote Sensing karangan Sri Hardiyanti
Interpretasi Citra Digital (35.000)

Gimana? Kalau memang tergiur, kontak saja saya di anangyb@gmail.com
Moga-moga saya ada sedikit waktu untuk membelanjakan kebutuhan anda!



original post by anang, yb

Jan 22, 2008

Dari Jennie S. Bev hingga Dewa-dewi


Kontes SEO semacam Ngadutrafik atau Pisang goreng anget memang bukan jatah saya untuk menang. Biarpun untuk kata kunci 'Quickbird Indonesia' atau '10 kesalahan Maia Ahmad' situs saya nangkring di halaman pertama google, itu lebih karena faktor kebetulan saja.

Tapi... untuk kontes menulis komentar atau menulis konten, ayo! saya berani diadu!

Pagi ini, Yos dan Patricia penmilik situs majalah online Dewa-dewi menobatkan saya sebagai pemberi komentar terbaik di situsnya. Wuihh... Dapat jatah gopek dong! Thanks berat buat Yos dan Patricia. Lima ratus ribu euy! Buat jajan di mana ya...

Ikutan kontes beginian memang bikin keranjingan. Bukan semata soal hadiahnya, tapi apresiasinya. Setidaknya kita bisa mengukur seberapa nikmatnya tulisan kita dibaca dan di mata orang.

Mau tahu kontes apa yang pernah saya menangi? Ini dia daftarnya....

Pemenang Quote Contest July 2007 (www.jennieforindonesia.com)
“Ketulusan adalah milik mereka yang bisa memberi tanpa mengingat dan menerima tanpa melupakan.”


Pemenang kontes resensi e-book Mindset Sukses (www.jennieforindonesia.com)
Mindset Sukses Inti Segala Kebaikan


Pemenang “Why I’m Special” (www.jennieforindonesia.com)
“Pondok Untuk Pak Totok”


Penulis Curhat & Komentar Terbaik Th.2007/2008 (majalahdewadewi.wordpress.com)
Pada tulisan curhat Gara - Gara gadis Webcam


Nah, masih ada dua kontes lagi yang belum ketahuan pemenangnya. Satu kontesnya Mas Cosa dan satu lagi kontes Mbak Fida Abbot...

Kira-kira menang nggak ya?

original post by anang, yb

Jan 2, 2008

Dengarkan dongengku, tapi jangan tertidur ya...


Isteriku,
Tak ada lagi sisa buku dongeng di lemari kita, sayangku...
Semua dongeng sudah aku ceritakan kepada buah kati kita
Mulai kisah sedih Cinderela hingga Cindelaras
Cerita kecerdikan Pak Belalang hingga Batman
Bahkan kisah serdadu berkaki satu sudah kukisahkan lebih dari satu kali

Dongengmu, penuh dengan cerita inspirasional, bisikmu suatu ketika.
haha.. bukankah dulu pun engkau mengejarku karena aku jago bercerita?
Kini buah hati kita adalah tempatku mencurahkan kisah motivasi
Untaian kata terbalut dalam kisah inspiratif.

Isteriku,
Aku tahu tidurmu pun tak akan lelap tanpa bekal dongengku.
Engkaulah cinderelaku, dan buah hati kita adalah si putih salju.
Bawalah setiap dongengku dalam setiap degup jantung di tidurmu...

Isteriku, buah hatiku, inspirasiku...

original post by anang, yb

Jul 20, 2007

Memoar Sobron Aidit: Blog Untuk Tuhan


"Ada orang mengatakan
bahwa PKI itu anti agama,
tidak beragama, atheis.
Kukira ini benar....
Golkar dan PDI pun
tidak ada agamanya."



Cerita tentang PKI layaknya kisah tentang Snow White. Dari generasi ke generasi dongeng itu diwariskan dengan alur cerita, tokoh, serta pesan yang nyaris sudah baku.
Makanya, kemunculan buku-buku bertema 'sisi lain PKI' bisa menjadi pelepas dahaga. Biarpun cara sebagian orang menanggapi kisah sedih korban stigma orde baru itu bak menonton di bioskop, air mata berderai, perasaan dicabik-cabik, terharu, namun kaki tetap tersilang, tangan merogoh popcorn dan mulut menyeruput Coca-Cola! Mata mak-nyes, namun lidah mak-nyuus..

***

Membaca memoar Sobron Aidit bertajuk Surat Kepada Tuhan ibarat menelusuri posting demi posting sebuah blog. Catatan-catatan penulis tentang apa yang dialami dan dirasakan selama dua periode, Orde Lama dan Orde Baru dirajut dalam tulisan bergaya personal essay.. Ada 46 cerita lepas yang beberapa diantaranya berjudul sama misalnya cerita Seputar Jakarta dan Catatan Seorang Pensiunan yang masing-masing terdiri dari 6 kisah.

Layaknya gaya blog maka jangan terlalu berharap untuk menemukan klimaks atau pesan yang haru-biru di setiap cerita. Banyak cerita yang ringan mengalir seperti melodi gubahan Obbie Messakh. Tapi jangan khawatir. Beberapa kisah juga dituturkan dengan gaya meledak-ledak dan tanpa tedeng aling-aling. Misalnya tentang pak tua, seorang tokoh Menteng 31, si penjilat Soeharto, pemuja kegagahan masa lalu. (Silakan Anda tanyakan pada Google, apa itu Menteng 31).

**

Soal stigma anti-Tuhan yang dilekatkan pada orang-orang PKI, Sobron Aidit punya pembelaan. banyak teman yang ragu-ragu sikap kami terhadap agama, tutur Sobron Aidit mengawali cerita sekitar agama dan doa (hal 220). Kuceritakan bahwa semua saudaraku, abangku, dan saya sendiri sejak kecil ditanamkan menaati agama.
Ada yang menyanggah, "Ah, masa sih, apa betul abangmu itu juga tamat Quran? Kan dia gembongnya PKI. Apa bisa baca Quran?". Kukatakan dia bisa, bahkan tamat baca Quran. karena setiap kami menamatkan Al-Quran, selalu diadakan kenduri.
Yang kuingat benar, tidak ada di antara kami yang tidak beragama, apalagi yang anti agama. Sesudah besar dan dewasa, barulah punya pikiran yang luas-bebas, tetapi tidak ada yang anti agama.

***

Buku ini ditutup dengan kisah kepulangan Sobron Aidit ke kampung halamannya, Belitung. Begitu sampai di Belitung, tidak seorang pun yang menawari menginap di rumahnya, tutur Sobron. Keluarga yang dekat pun pura-pura tidak tahu dan tidak peduli. Rasanya asing,sudah pulang ke kampung halaman tempat kelahiran, tetapi tidak ada yang menyambut, tidak ada yang menawari menginap dan makan di rumahnya.

Ya, ketika isak tangis, keluh kesah, serta teriakan kepada sesama sudah tak bersambut, ke mana lagi harus minta tolong? Dalam keadan tak berdaya seperti itu, siapa pun, akan merasa seperti hidup sendirian. Bahkan sahabat karib yang dipercaya sekalipun satu per satu pergi menjauh. Hidup terasa hampa. Tak berarti lagi.
Satu-satunya harapan ialah menyampaikan segalanya kepada Yang Di Atas. Begitulah yang dialami Sobron Aidit, si penyandang stigma PKI, si komunis, tukang jagal, insan tak bertuhan. Tak berharap bahwa nanti ada yang peduli, keluh kesah itu ia tulis dalam deretan Surat Kepada Tuhan.

Resensi Buku berjudul Memoar Sobron Aidit: Surat Kepada Tuhan, Grasindo Jakarta.

original post by anang, yb