Showing posts with label Asia. Show all posts
Showing posts with label Asia. Show all posts

Jun 5, 2008

MENCIPTAKAN LEAD, ISI, DAN PENUTUP TULISAN YANG SEKSI

“Mana yang biasa lebih dulu Anda lakukan: mencari judul, membuat lead atau membuat penutup?”


Menulis sangat mengasyikkan. Bila ide muncul rasanya pikiran begitu terbebani bila tak buru-buru ditumpahkan. Layaknya air laut yang bergejolak pasang saat purnama. Ide bisa muncul dalam bentuk apa saja. Ada kalanya tiba-tiba tercetus satu frase indah, unik, dan seksi. Aha! ini sangat pas untuk judul.... Kali lain, berseliweran satu paragraf pendek di otak kita yang terdengar nakal dan penuh rangsangan. Hmm... siapa sih yang tidak bakal terangsang bila paragraf ini saya pajang sebagai lead?Expedition GeForceImage via Wikipedia

Jadi, tidak peduli apa pun yang bersliweran di otak kita -entah itu bakal judul, bakal lead, atau bakal penutup- tangkap segera. Tuliskan!

Sama seperti nyamuk yang nemplok di tengkuk kita. Langsung saja tepuk, tidak usah dipikirkan apakah itu nyamuk demam berdarah atau nyamuk demam berair....

Bagi saya, merangkai satu tulisan ibarat membangun jembatan gantung. Kekuatan sangat bertumpu pada lead dan penutup. Lead yang orisinil, nakal, merangsang, dengan kombinasi kalimat panjang dan pendek. Kombinasi kalimat dan frase. Hem..., yam-nyam! Dan, penutup yang paling berhasil adalah yang mampu memaksa pembaca untuk kembali meniti tulisan kita dari awal. Ayo baca lagi, lagi, lagi! Lead dan penutup musti sekokoh baja.

Lantas bagaimana dengan isi tulisan? Seperti layaknya jembatan gantung, pandai-pandailah berayun dan meliuk-liuk namun tetap pada satu garis yang kuat. Pembaca akan senang. Pembaca akan memperoleh sensasi di sana. Jangan biarkan isi tulisan Anda kaku dan sekadar lurus seperti jembatan penyeberangan. Bila hanya sebatas itu kemampuan Anda menulis, ah... apa bedanya Anda dengan penulis lainnya? Bukannya Anda terobsesi menjadi penulis bestseller?

**

Lantas, judul macam apa yang seksi? Ingin rasanya saya menjawab dengan kalimat: Buatlah judul yang search engine friendly! Ah, Otak saya sudah terlalu internet-minded. Tapi benar. Mengapa kita tidak menggunakan logika pengguna Google saat membuat judul? Buatlah judul—baik itu judul buku maupun artikel—dengan kata kunci yang paling sering dipikirkan orang. Keyword yang laku keras di dunia perbukuan Indonesia (dan penerbit tentunya) adalah; cepat kaya, menjadi entrepreneur dengan modal dengkul, ngapain ngelamar kerja, orang dongok pun bisa kaya, dan sebangsanya itu.

Tapi tunggu dulu. Biarpun Anda memakai kata kunci tersebut, belum tentu tulisan Anda bakal mengapung! Ingat, yang tergila-gila dan terobsesi menjadi penulis bestseller bukan cuma Anda. Mereka pun beramai-ramai memakai kata kunci tersebut.

Jadi? Paksa pembaca (atau calon pembeli buku Anda) untuk tidak berpaling dari tulisan Anda. Buatlah juga subjudul untuk mempertinggi kadar rangsangan.

Contoh, bila buku Anda berjudul "Resep Cespleng Mempertahankan Pasangan", jangan lupa untuk melengkapinya dengan subjudul "100 Tips sederhana yang bahkan Maria Eva pun lupa mengamalkannya". Hahaha...

***

Okey. Tip di atas sangat mudah diterapkan. Tidak peduli macam apa gaya tulisan Anda, mendayu-dayu, puitis, atau malahan meledak-ledak tidak karuan. Perkuat selalu lead dan penutup. Perkuat kelincahan anda dalam menuangkan gagasan. Bila ini dipraktikkan, niscaya tulisan Anda tidak sekadar seperti jembatan gantung, tapi bahkan laksana roller coaster. Meliuk-liuk, berguling-guling, merangsang sensasi namun tetap pada alur yang terjaga dan pasti! Selamat menulis.[ayb]

original post by anang, yb
Zemanta Pixie

May 23, 2008

Fajar Y S Zebua: Keinginan(terburuk) Meraup Dollar Lewat Internet


Jangan buru-buru senang bila anda disapa dengan julukan GAMAWATI. Sebab sapaan tersebut tidak selalu berarti anda adalah anggota Keluarga besar UGM. Bagi segelintir orang, GAMAWATI berarti Gabungan Maling Waton Bathi! *


Nama Fajar Y S Zebua mendadak sontak jadi terkenal dalam sebulan terakhir. Memang, ketenarannya belum seheboh alumni UGM lainnya semisal Mas Roy. Tapi yang pasti, sosok yang disebut-sebut alumni dan atau mahasiswa (entah mana yang benar) S2 MIPA Ilmu Komputer UGM telah berhasil meraup uang dari internet secara sangat instant. Bukan dollar yang dia raup seperti judul buku yang dia tulis, tapi rupiah. Dan celakanya, modus pencarian rejeki dia membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Dia memilih menjadi GAMAWATI.

Buku Google AdSense: Mudah Meraup Dolar di Internet yang ditulis oleh Fajar Y S Zebua diyakini oleh banyak orang dan khususnya Cosa Aranda sebagai hasil jiplakan mentah-mentah dari sekian banyak artikel yang bertebaran di internet. Dan tampaknya, tulisan Cosa Aranda adalah yang paling banyak dicomot dan dipajang di buku tersebut.

Ah, saya yakin plagiator ini bukanlah orang Jogja asli. Sebab orang Jogja mustinya pandai plesetan. Kalaupun mau menjiplak mustinya dia plesetkan sedikit-sedikit baik judul maupun kalimat di dalamnya. Tapi nyatanya tidak. Materi tulisan yang dia jiplak nyaris sama plek baik isi maupun judul-judulnya. Ampun!

Fajar YS Zebua
sudah memilih jalannya. Dan nama baik dirinya, keluarga, anak dan isteri (sudah kawinkah?) jadi taruhan yang sangat mahal. Tak perlu saya sebut sekian banyak peribahasa yang menekankan betapa berharganya nama baik dalam kehidupan kita.
Dan bila itu sudah kita pertaruhkan, dengan cara apa kita bakal menebus nama baik yang sudah tergadai?

*waton bathi = yang penting untung

original post by anang, yb

May 22, 2008

Widyawati,Sophan Sophiaan, Lubang, Bekasi

Harley ManImage by Steve Webel via FlickrWidyawati masih gundah dan tentunya berduka. Kepergian sang soulmate dengan cara yang tragis tentulah sulit untuk dihapus dengan segera. Konon, sebelum ajal menjemput, Sophan Sophiaan sempat berujar ini adalah touring terakhirnya. "Saya capai, mau pensiun dari Harley. Mau main golf," katanya. Firasatkah?

Tapi yang pasti, Widyawati dan kita sulit untuk bisa menerima kenyataan bahwa lubang maut tempat Sophan Sophiaan ambruk telah merenggut puluhan nyawa. Dan kematian Sophan Sophiaan adalah kematian ke empat puluh yang diakibatkan oleh lubang maut tersebut!

Sorotan kamera dan berita yang menasional-lah yang akhirnya mendorong pejabat setempat untuk menimbun lubang tersebut.

Ah, andai Widayawati dan Sophan Sophiaan tinggal di bekasi, tentulah mereka akan lebih lihai berzig-zag. Kota Bekasi yang dulu aku kutuk (dan akhirnya aku kena batunya karena musti tingal dan menetap di sini) kini jauuuh lebih buruk kondisi jalanannya dibandingkan kota asalku yang katrok: Bantul.

Ribuan rumah baru terus muncul di bekasi, namun jalanan masih segitu-gitu saja, tak ada peningkatan kualitas jalan, tak ada selokan, tak ada kepedulian walau bupati telah berganti.

Kalau sudah begini, kecakapan mengemudi motor musti ditambah satu faktor penting untuk selamat sampai di tujuan: faktor itu adalah nasib mujur!

original post by anang, yb

May 21, 2008

Hitam - Putihnya (foto) Ali Sadikin


Ali Sadikin meninggal. Banyak gubernur jakarta yang sukses dan terkenal. Tapi tak banyak mantan gubernar Jakarta yang sukses, terkenal sekaligus kontroversial.

Ali Sadikin adalah pengecualian. Ali Sadikin terkenal dan kontroversial saat masih aktif menjadi gubernur Jakarta. Tapi Ali Sadikin juga masih tetap menjadi kontroversi saat sudah lengser. Petisi 50 adalah salah satu 'nama tengah' Ali sadikin yang terus diingat orang.

Sejenak mengenal Ali Sadikin tampaknya bisa kita runut kembali dengan membaca kutipan wawancara wartawan Tempo Setiyardi dengan Ali Sadikin:

Mengapa Anda mengusulkan agar judi kembali dilegalkan di Jakarta?


Saya ingin bersikap realistis dan tidak munafik. Ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta (1966-1977), saya melegalkan judi karena pemda tak punya anggaran cukup. Padahal saat itu butuh banyak uang untuk membangun sekolah, puskesmas, dan jalan. Alim ulama semua meributkan, tapi saya bilang ke mereka, kalau mengharamkan judi, mereka harus punya helikopter. Soalnya, jalan-jalan saya bangun dari uang judi. Jadi, jalan di Jakarta juga haram.


Jadi, Anda tahu bahwa agama sebenarnya mengharamkan judi?

Ya! Saya tahu judi itu haram. Tapi kita harus memikirkan masyarakat kecil. Demi judi, saya rela masuk neraka. Tapi saya yakin Allah mengerti apa yang saya perbuat. Saya jengkel dengan orang-orang yang mengaku Islam itu. Mereka merasa dirinya malaikat. Mereka masih berpikir seperti abad ke-15.


Bagaimana potret judi di Jakarta sekarang? Apakah akan memberi kontribusi besar?

Dari pelbagai sumber saya, jumlahnya mencapai triliunan rupiah per tahun. [Ia menyebut nama-nama sumbernya, "Tapi jangan dimuat, off the record," katanya]. Kalau judi di Jakarta legal, Pemda DKI Jakarta bisa mendapat uang sekitar Rp 15 triliun per tahun. Itu jumlah yang besar. Bisa untuk membangun macam-macam. Untuk melanjutkan Proyek Banjir Kanal Timur, mendalamkan sungai, membuat rumah susun, membangun jalan-jalan. Proyek-proyek itu tak bisa ditunda lagi. Padahal pemerintah tak punya uang untuk menjalankannya.


Siapa penguasa bisnis judi di Jakarta sekarang?

Jangan tanya saya. Tanyakan ke aparat keamanan yang sekarang jadi beking mereka. Polisi pasti tahu siapa saja pemain yang ikut terlibat.


Bagaimana bila rakyat miskin ikut bermain judi?

Itu bisa diatur. Judi bisa ditujukan hanya untuk orang kaya etnis Cina. Bagi orang Cina, bermain judi adalah budaya. Itu untuk membuang sial. Makanya, dulu zaman Belanda kegiatan berjudi juga disahkan. Sekarang sebetulnya banyak bisnis judi di Jakarta. Banyak aparat keamanan yang jadi beking. Tapi kita ini orang munafik.


Tapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang mendominasi DPRD Jakarta, tak setuju usul Anda...

Alaaa, itu.... (Bang Ali mengeluarkan kata mengumpat —Red). Waktu saya bicara soal judi di DPRD Jakarta, yang berani bicara cuma satu orang. Tapi di surat kabar persoalannya jadi ramai. Kalau berani, suruh PKS bicara dengan saya. Saya akan tanya, apakah mereka bisa memberikan pekerjaan ke para pengangguran. Apakah bisa memberi uang Rp 15 triliun per tahun untuk Jakarta. Kalau memang bisa, bolehlah PKS mengharamkan judi.


PKS juga ingin menghapuskan hiburan malam yang berbau maksiat?

Itu sikap sok-sokan. Mereka harus sadar kita hidup di abad modern. Jangan merasa hebat dengan Islam-nya. Pemerintah, pengadilan, tentara, semua orang Islam. Tapi toh korupsi nomor satu. Jadi, jangan sombong dengan membawa-bawa Islam. Kalau cuma bicara sambil mengutip ayat, itu cuma untuk mencari popularitas. Mereka mau jadi penguasa.


Apakah Anda juga setuju dengan lokalisasi prostitusi?


Ya. Saya yang membuat lokalisasi di Kramat Tunggak. Soalnya, ketika itu banyak berkeliaran "becak komplet" yang isinya wanita tunasusila. Daripada berkeliaran di jalan, lebih baik dibuat lokalisasi khusus. Sekarang juga banyak ABG di mal-mal yang menjadi wanita tunasusila. Mengapa tidak kita lokalisasi saja? Itu lebih baik. Saya heran Pemda DKI dan DPRD menutup Kramat Tunggak. Saya sudah bilang ke Sutiyoso, "Memang nanti Sutiyoso masuk surga. Kalau saya, sih, akan masuk neraka."


Anda juga mengusulkan konsep megapolitan, kesatuan Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Apa ide dasarnya?

Kota-kota kabupaten itu? Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok? Pembangunannya harus disatukan dengan DKI Jakarta. Konsep ini telah dirintis sejak zaman Bung Karno. Belakangan, kita mengenal sebutan Jabotabek. Kalau perencanaan pembangunannya bisa disatukan, kita akan memiliki konsep yang terpadu. Mereka dapat saling menunjang.


Apakah mungkin?

Sangat mungkin. Saya mengirim surat ke Presiden Yudhoyono untuk memberi masukan soal ini. Saya dan Sutiyoso lalu diterima Presiden membicarakan konsep ini. Pada prinsipnya, Presiden mendukung. Beliau bahkan sudah terlihat akan bergerak ke arah usulan itu. Untuk menjalankannya, Presiden bisa membuat Keppres. Tapi akan lebih baik bila pemerintah mengusulkan sebuah undang-undang tentang megapolitan itu.


Mengapa perencanaan pembangunan Jakarta dan kota sekitarnya harus jadi satu?

Agar terintegrasi. Banyak contoh kasus akibat perencanaan yang tak sinkron. Misalnya persoalan pabrik pengolahan sampah di Bojong, Bogor. Mereka tak mau wilayahnya dibuat jadi pabrik sampah. Padahal Jakarta tak punya tanah untuk mengolah sampah. Mereka tak tahu bahwa pabrik sampah Bojong dibuat perusahan Jerman. Semua sampah diangkut truk khusus yang tertutup. Tak ada sampah yang ditimbun di tanah. Semua akan diolah dalam pabrik menjadi batu bata. Pabrik itu membutuhkan 1.300 pegawai yang bisa direkrut dari masyarakat sekitar. Penolakan itu karena ada yang menghasut. Mungkin juga karena melihat kasus di Bantar Gebang, Bekasi. Padahal konsepnya sangat berbeda.


Apakah konsep megapolitan akan mencaplok wilayah Jawa Barat dan Banten?

Konsep ini tak mencaplok wilayah Jawa Barat dan Banten. Sebagai orang Sunda, saya tak setuju kalau Jakarta mengambil wilayah Jawa Barat. Konsep ini untuk menyatukan perencanaan pembangunan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Semua jadi satu konsep dan satu arah. Soal administrasi, mereka masih ikut Jawa Barat dan Tangerang ikut Banten. Pajak daerah masih untuk mereka.


Mengapa tanggung? Bukankah lebih mudah bila dilebur jadi satu provinsi?


Memang ada yang ekstrem. Bupati Bekasi, misalnya, ingin jadi bagian Jakarta. Selama ini mereka merasa ketinggalan. Tapi saya tak ingin Jawa Barat kehilangan wilayah. Jawa Barat juga punya sejarah panjang yang harus dijaga. Sebagai orang Sunda, saya merasa terhina bila wilayah Jawa Barat dicaplok Jakarta. Saya tak ingin kasus Banten terulang. Karena Bandung tak memperhatikan Banten, lalu mereka jadi provinsi sendiri. Tapi sekarang Banten tak maju-maju. Gubernurnya malah jadi tersangka korupsi.


Bila konsep megapolitan dijalankan, apa keuntungan kota-kota di sekitar Jakarta?

Jakarta harus membantu keuangan Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Depok. Bisa saja Jakarta memberi tiap kota Rp 500 miliar per tahun. Jakarta juga bisa memberi bantuan tenaga ahli. Kita harus saling mengisi. Jadi, ini akan saling menguntungkan. Saya sudah membicarakan konsep ini di DPRD Jakarta. Sekarang menunggu reaksi mereka.


Konsep Anda sejalan dengan gagasan Gubernur Jakarta Sutiyoso?


Saya memang penasihatnya. Saya bilang ke Sutiyoso untuk merencanakan Jakarta dengan matang. Dulu saya membuat master plan Jakarta untuk 20 tahun. Itu membuat saya dibanggakan oleh masyarakat Jakarta, bahkan oleh rakyat Indonesia. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan gubernur selanjutnya. Padahal membangun sebuah kota tidak mudah.


Mengapa Anda mau menjadi penasihat Sutiyoso?

Saya tahu dia dimusuhi banyak orang. Dia juga kontroversial. Tapi saya suka Sutiyoso karena keberaniannya. Dia juga punya ide untuk Jakarta. Memang Sutiyoso harus menerima pelbagai risiko. Selain itu, saya merasa Sutiyoso orang yang mengerti adat ketimuran. Dialah satu-satunya Gubernur DKI Jakarta yang pada awal jabatannya tahun 1996 menemui saya. Ketika itu Soeharto masih memusuhi saya. Sutiyoso datang untuk minta masukan. Gubernur yang lain tak pernah melakukan hal itu. Mereka tak tahu adat-istiadat. Padahal, kalau mereka datang, mereka yang untung. Itulah sebabnya dulu saya juga mendatangi bekas gubernur dan wali kota di DKI Jakarta untuk minta masukan mereka.


Anda resmi diangkat sebagai penasihat Gubernur DKI?


Ya. Sebagai gubernur, dia berhak mengeluarkan SK pengangkatan penasihat gubernur. Dengan jabatan itu, setiap bulan saya mendapat gaji Rp 600 ribu. Itu saya anggap tambahan saja. Soalnya, sebagai pensiunan gubernur, menteri, dan tentara, saya mendapat sekitar Rp 5 juta. Selain itu, pemda juga memutuskan saya tak perlu membayar listrik dan air PAM. Saya dianggap sebagai tokoh masyarakat.


Apa pendapat Anda soal kondisi Jakarta sekarang?


Makin berat. Kemacetan lalu-lintas terjadi di mana-mana. Saya orang yang tidak sabar dan bersikap kepala batu. Makanya saya berharap konsep megapolitan itu bisa menolong. Kota-kota di sekitar Jakarta harus menjadi satelit yang mandiri. Jadi, mereka harus mengurus kotanya. Ada perkantoran, industri, dan lain-lain. Kota Rotterdam di Belanda, misalnya, jumlah penduduknya turun karena ada kota-kota satelit di sekitarnya.


Anda pernah membuat perencanaan pembangunan Jakarta untuk 20 tahun. Mengapa tak jalan?

Gubernur Tjokropranolo, penerus saya, melakukan gerakan de-Ali-Sadikin-isasi. Semua kebijakan saya dihapuskan. Soalnya, ketika itu saya mulai bicara keras soal pemerintahan. Bersama Bung Hatta dan Jenderal Nasution, tahun 1978 saya mendirikan Yayasan Kesadaran Berkonstitusi. Kami melihat Soeharto mulai melenceng. Setelah itu, tahun 1980 saya membuat Petisi 50 yang menjadi oposisi bagi Soeharto. Itu membuat saya dianggap menjadi musuh pemerintah. Tapi saya merasa Tuhan menjaga saya. H.R.Dharsono, Ali Moertopo, dan tokoh lain sudah meninggal. Sampai sekarang saya tidak ada apa-apa. Saya malah bisa berlebaran ke Cendana. Soeharto saya rangkul dan saya beri sun. Saya tidak menaruh dendam ke Soeharto.


Anda juga tokoh penting dalam sejarah TNI-AL. Bagaimana Anda melihat Angkatan Laut kita saat ini?

Saya sedih melihat nasib Angkatan Laut. Padahal kita ini negara maritim, tapi kita takut dengan laut. Yang dibesar-besarkan justru konsep teritorial. Itu kebijakan yang salah arah. Akibatnya, kondisi AL nyaris lumpuh. Yang ada kapal-kapal tua. Bagaimana mungkin berperang dengan Malaysia? Kita bahkan tak mampu menjaga perairan kita dari serbuan nelayan asing.


Dulu, apa yang Anda lakukan?


Untuk merebut Irian Barat, tahun 1960 saya lima kali ke Rusia. Ketika itu jabatan saya Deputi II Menteri Kepala Staf Angkatan Laut. Kita membeli 150 kapal perang dari Rusia. Empat belas di antaranya kapal selam. Total harga kapal-kapal itu US$ 800 miliar. Karena tak punya uang, kita pinjam dari Rusia. Untuk mengoperasikannya, saya mengirim para prajurit kita ke Rusia. Nah, melihat kekuatan mesin perang kita, Amerika dan PBB akhirnya memerintahkan Belanda keluar dari Irian Barat.


Omong-omong, mengapa Anda masih saja bersikap keras?


Itu sudah bawaan saya. Saya ini kepala batu. Kalau marah sering keluar kata "goblok!" Saat jadi gubernur, saya juga sering menempeleng bawahan yang salah. Saya juga ikut memukul copet yang tertangkap. Tapi, kalau sudah sampai di rumah, saya justru sedih. Saya kemudian sering memanggil orang-orang yang saya pukul. Saya tanya tentang keadaan mereka.



Sumber wawancara: Tempo, September 2005

Foto:www.aliciapatterson.org


original post by anang, yb

May 19, 2008

Akhirnya dengan berat hati, Jennieforindonesia.com saya hapus dari blogroll


Jennie S. Bev tak lagi untuk Indonesia.
Setidaknya Jennie For Indonesia tak lagi ada.


Kali terakhir saya mengunjungi situs www.Jennieforindonesia.com yang terbaca adalah pesan bahwa situs tersebut tak akan aktif lagi, saya lupa persis kalimatnya. Sekali dua, saya masih mencoba menuliskan alamat situs tersebut di browser saya. Percuma saja. Alih-alih saya memperoleh tulisan segar Jennie di situs terpopuler di tahun 2007 tersebut, malahan saya dipesan untuk masuk link lain.

Bila anda menggunakan program zemanta, rujukan artikel dari situs jennieforindonesia masih muncul hingga detik ini, tapi tentu saja tak ada link yang aktif.

Jennie -ibarat seorang kepala sekolah- memang harus kita relakan untuk pindah ke sekolah lain; kali saja ada tempat lain yang jauuh.. lebih membutuhkan ilmunya. Persis seperti dulu saat Jennie juga pamitan dari milis penulisbestseller maupun milis rahasiasuksesterbesar.

Jennie -sebagai selebritis blog- mungkin tak lagi menganggap Indonesia sebagai 'management artists' yang memadai lagi.

Jennie - sebagai seseorang yang berhasrat besar untuk "continue to change the world one breath at a time" - mungkin menganggap Indonesia terlalu sempit untuk menaburkan garam, atau sebaliknya sudah terlalu gelap hingga terang yang dibagikan Jennie lewat kampanye bannernya tahun lalu, tak cukup merubah keadaan di Indonesia.

Hari ini saya turunkan link www.jennieforindonesia.com dari blogroll saya, tapi tidak dari sanubari saya!

Jennie dalam ingatan blog saya:

Katakan lewat tulisan tangan

Balik lagi ke peradaban METRO


Di Natuna saya membawa dua alat penunjuk arah: GPS dan buku "Rahasia Sukses Terbesar"

Di Internet Anda bisa memenukan banyak tips: mulai dari meracik bom hingga mewujudkan kebebasan finansial. Konon.

Silakan mencela atau meuji E-book Mindset Sukses


Resensi E-book Mindset Sukses sudah ada pemenangnya


Dari Jennie S Bev hingga dewa-dewi

Download all your blogs with blogger backup


original post by anang, yb