Anda bosan dengan olahraga yang terlalu banyak aturan main? Atau jogging tak cukup kuat memacu adrenalin? Nah, kenapa tak mencoba olahraga yang satu ini: Parkour.
Parkour? Apaan tuh? Hehehe... saya pun tak tahu banyak sebelum menyambangi wikipedia.
Lumayan susah mendefinisikan olahraga ini dengan satu kalimat ringkas. Tapi coba dulu tengok gambar-gambar di wikipedia tersebut dan berimajinasilah dengan definisi parkour berikut ini: Parkour adalah seni bergerak dan metode latihan natural yang bertujuan untuk membantu manusia bergerak dengan cepat dan efisien. Penghalang gerakan bukanlah apa yang ada di depan kita;, bukan tembok, bukan batu karang yang terjal, tapi kemampuan tubuh. Jadi yakinlah, parkaur tak akan menggiring anda untuk menjadi pemenang atas kegagalan orang lain, tapi untuk menjadi lebih baik dari kemampuan diri kita sendiri di hari kemarin.
Yang pasti, parkaour bukan olahraga ekstrem walau foto-foto ilustrasi parkour (saat anda googling) menggiring kita pada pemahaman itu. Parkour tak sekadar mengumbar nyali semata. Parkaur menempatkan kematangan bertindak, ketepatan bergerak yang diramu dengan rasa percaya diri yang kuat. Terus berlari untuk membuktikan apakah "tak mungkin" sekadar ada dalam pikiran atau dalam kenyataan.
Biarpun komunitas penggiat parkour belum menjamur, namun jangan kawatir, cobalah untuk bergabung secara online di komunitas parkour indonesia. Kalau cocok, lanjutin dengan meyambangi lokasi latihan parkour di berbagai kota seperti Makassar, Bandarlampung, Bandung, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, dan Malang. Info lebih detail lagi bisa anda longok di blog komunitas parkour.
So? Tengoklah video parkour Indonesia di bawah ini. Bila anda yakini aktivitas seperti ini mampu mendongkrak kreativitas, kebebasan, fleksibilitas, membangkitkan rasa percaya diri, mengalahkan rasa takut, dan ujung-ujungnya membuat anda mampu melewati kehidupan dengan kepala tengadah.., tak ada salahnya untuk gabung!
original post by anang, yb
Showing posts with label Indonesian language. Show all posts
Showing posts with label Indonesian language. Show all posts
Sep 3, 2008
Jun 10, 2008
Belajar Bisnis Online Secara Otodidak Itu Melelahkan!
Sudahkah anda ikutan program bisnis online? Program apa yang anda ikuti? Google Adsense, Domain parking, program affiliate, atau paid review?
Banyak orang memilih menjalani dan menjalankan bisnis online secara otodidak. Tentu saja ini bukan keputusan yang salah. Saya pun melakukan itu setidaknya sejak kenal dan tergoda oleh bisnis online hingga memperoleh tiga kali cek dari program google adsense.
Belajar sekaligus melakoni bisnis online secara otodidak alias berburu ilmu sendiri, memang tampak menyenangkan. Nyaris tanpa modal selain tentunya biaya untuk mengakses internet. Bejibun e-book, artikel, blog, forum yang menyediakan ilmu bisnis online yang tak akan kering walau kita sedot sekuat-kuatnya. Kapan pun kita mau, ada ribuan "guru" yang siap memberi kita ilmu sebanyak yang kita mau. Nyaris segratis-gratisnya!
Benarkah seperti itu?
Sayangnya -bagi saya- belajar bisnis online secara otodidak ternyata luar biasa melelahkan. Ribuan ilmu, tips, dan triks terus menggedor otak saya sehingga sulit untuk fokus dan fokus. Sampai pada titik ini, justeru saya menanyakan: jadi gratisnya dimana bila sekian banyak waktu saya habis untuk melanglang buana dari satu situs ke situs lain, dari satu forum ke forum lainnya lagi, dari rahasia adsense meloncat ke SEO, meloncat lagi ke teknik mendisain web, meloncat lagi ke teknik merayu pengunjung.
Duh lelahnya!
Titik kelelahan ini menyadarkan saya bahwa perlu satu langkah yang lebih tertata, sistematis, punya target dan satu skedul untuk menguji sampai seberapa sukses saya menjalani bisnis online. Lebih dari itu, saya perlu satu mentor sesungguhnya. Bukan beribu mentor yang sesukanya bisa saya datangi atau saya lupakan. Dan saya perlu satu komunitas pelaku bisnis online yang serius, dan sungguh-sungguh.
Dan tidak salah dan tidak rugi bila minggu ini saya memilih satu langkah revolusioner. Saya lepas separuh dari pembayaran satu job menulis review (atau HANYA setara 4% dari penghasilan saya dari bisnis online) untuk menggaji seorang mentor. Saya sempat terkikik geli, hanya dengan 50ribu rupiah saya dapat segepok ebook tentang merancang web, triks mencari niche web, sedert high paying keywords, panduan google adsense, panduan menjalani program afiliasi, termasuk gratis satu program adsense page generator, sebuah program dengan sekali klik langsung menghasilkan web adsense secara instan dalam sekejap mata.
Bagaimana dengan anda? Masih tetap keukeuh pingin belajar bisnis online secara otodidak? Pertimbangkan lagi, bila perlu, download artikel bisnis online ini!
original post by anang, yb
Jun 6, 2008
Gorengan Dicampur Plastik?
Gorengan dicampur plastik? Yap, ini satu lagi kasus kuliner Indonesia. Setelah kasus formalin di campuran bakso, dan pewarna tekstil di produk jajanan, kini ada satu kasus lagi: gorengan yang dicampur plastik!.jpg)
Adalah Antv yang siang ini (6/6) lewat acara Topik siang memaparkan modus pedagang gorengan yang nakal. Modusnya gampang, mencampur plastik kedalam minyak panas di penggorengan. Konon, minyak goreng yang dicampur lelehan plastik akan membuat gorengan lebih tahan lama dan tidak lekas lembek. Soal rasa? hmm, tampaknya tidak ada bedanya.
Biasanya plastik dicampurkan saat minyak sudah mendidih. Atau cara paling gampang, masukkan saja minyak goreng beserta plastik pembungkusnya. Segampang itu modusnya. Saat gorengan masih hangat, susah membedakan apakah minyak yang digunakan sudah dicampur dengan plastik atau belum. Sebaliknya bila gorengan sudah menjadi dingin, akan tampak gumpalan bening pada gorengan. Bisa jadi gumpalan tersebut adalah 'serpihan' plastik yang mengental.
Seberapa banyak pedagang gorengan yang mencampur plastik dalam pembuatan gorengan? Ah entahlah, toh sulit untuk menghitung ataupun menelitinya. Yang penting, waspadalah wahai penggila gorengan!
foto: dapur-judith.blogspot.com
original post by anang, yb
.jpg)
Adalah Antv yang siang ini (6/6) lewat acara Topik siang memaparkan modus pedagang gorengan yang nakal. Modusnya gampang, mencampur plastik kedalam minyak panas di penggorengan. Konon, minyak goreng yang dicampur lelehan plastik akan membuat gorengan lebih tahan lama dan tidak lekas lembek. Soal rasa? hmm, tampaknya tidak ada bedanya.
Biasanya plastik dicampurkan saat minyak sudah mendidih. Atau cara paling gampang, masukkan saja minyak goreng beserta plastik pembungkusnya. Segampang itu modusnya. Saat gorengan masih hangat, susah membedakan apakah minyak yang digunakan sudah dicampur dengan plastik atau belum. Sebaliknya bila gorengan sudah menjadi dingin, akan tampak gumpalan bening pada gorengan. Bisa jadi gumpalan tersebut adalah 'serpihan' plastik yang mengental.
Seberapa banyak pedagang gorengan yang mencampur plastik dalam pembuatan gorengan? Ah entahlah, toh sulit untuk menghitung ataupun menelitinya. Yang penting, waspadalah wahai penggila gorengan!
foto: dapur-judith.blogspot.com
original post by anang, yb
May 19, 2008
Akhirnya dengan berat hati, Jennieforindonesia.com saya hapus dari blogroll

Jennie S. Bev tak lagi untuk Indonesia.
Setidaknya Jennie For Indonesia tak lagi ada.
Kali terakhir saya mengunjungi situs www.Jennieforindonesia.com yang terbaca adalah pesan bahwa situs tersebut tak akan aktif lagi, saya lupa persis kalimatnya. Sekali dua, saya masih mencoba menuliskan alamat situs tersebut di browser saya. Percuma saja. Alih-alih saya memperoleh tulisan segar Jennie di situs terpopuler di tahun 2007 tersebut, malahan saya dipesan untuk masuk link lain.
Bila anda menggunakan program zemanta, rujukan artikel dari situs jennieforindonesia masih muncul hingga detik ini, tapi tentu saja tak ada link yang aktif.
Jennie -ibarat seorang kepala sekolah- memang harus kita relakan untuk pindah ke sekolah lain; kali saja ada tempat lain yang jauuh.. lebih membutuhkan ilmunya. Persis seperti dulu saat Jennie juga pamitan dari milis penulisbestseller maupun milis rahasiasuksesterbesar.
Jennie -sebagai selebritis blog- mungkin tak lagi menganggap Indonesia sebagai 'management artists' yang memadai lagi.
Jennie - sebagai seseorang yang berhasrat besar untuk "continue to change the world one breath at a time" - mungkin menganggap Indonesia terlalu sempit untuk menaburkan garam, atau sebaliknya sudah terlalu gelap hingga terang yang dibagikan Jennie lewat kampanye bannernya tahun lalu, tak cukup merubah keadaan di Indonesia.
Hari ini saya turunkan link www.jennieforindonesia.com dari blogroll saya, tapi tidak dari sanubari saya!
Jennie dalam ingatan blog saya:
Katakan lewat tulisan tangan
Balik lagi ke peradaban METRO
Di Natuna saya membawa dua alat penunjuk arah: GPS dan buku "Rahasia Sukses Terbesar"
Di Internet Anda bisa memenukan banyak tips: mulai dari meracik bom hingga mewujudkan kebebasan finansial. Konon.
Silakan mencela atau meuji E-book Mindset Sukses
Resensi E-book Mindset Sukses sudah ada pemenangnya
Dari Jennie S Bev hingga dewa-dewi
Download all your blogs with blogger backup
original post by anang, yb
Subscribe to:
Posts (Atom)