Selalu ada newbie di setiap komunitas. Jadi saya tidak pernah takut apalagi malu untuk berbagi informasi yang (mungkin dianggap) remeh temeh.
Barusan saya selesai membuat satu video tutorial cara mentransfer data GPS Garmin ke komputer menggunakan Mapsource. Proses download data PGS menggunakan mapsource sendiri relatif gampang lebih-lebih bila kabel yang digunakan adalah kabel USB. Namun toh masih saja ada yang bingung untuk melakukannya.
Semoga video panduan download data GPS Garmin menggunakan Mapsource ini berguna. Silakan ditengok video di bawah ini. Komentar anda sangat saya rindukan...
original post by anang, yb
Showing posts with label aku dan gps. Show all posts
Showing posts with label aku dan gps. Show all posts
Aug 25, 2008
Aug 22, 2008
Video Panduan Penggunaan MapSource Garmin
Gara-gara searching modul pengoperasian Mapsource di google dengan hasil nihil, maka terpaksalah saya membuatnya sendiri. Petunjuk penggunaan Mapsource (software bawaan GPS Garmin) sebetulnya sudah ada dalam paket pembelian GPS 60i yang saya punya. Sayangnya (dan pastinya) terulis dalam bahasa Inggris. Inilah yang tidak disukai peserta training di tanah air.
Padahal, untuk mempelajarinya tak perlu waktu lama. Sejam pun selesai. Lha wong fungsi dari Mapsource lebih banyak untuk download dan upload data GPS Garmin ke komputer.
Bosen dengan kegiatan membuat modul pelatihan dalam bentuk tekstual, saya pun mencoba membuatnya dalam versi video. Ya, mengapa tidak dicoba? Pilihan pun jatuh pada freeware (atau shareware ya?) Freez Screen Video Capture. Piranti lunak ini berfungsi untuk merekam kegiatan kita selama mengoperasikan komputer, tepatnya merekam gerakan kursor.
Selain gratis, penggunaan Freez Screen Video Capture relatif mudah. Bagusnya lagi, kita bisa saja memasukkan suara dalam video yang kita buat.
Sampai saat saya menulis posting ini, sudah 4 video cara penggunaan Mapsource saya buat. Lumayan keren, setidaknya menurut saya, hehehe.. Moga-moga sebelum selasa depan (26/08/08) saya sudah menyelesaiakan seluruh video panduan penggunaan Mapsource garmin. Nantinya, panduan penggunaan Mapsource ini akan saya share di Youtube. Ya, buat apa disimpen di harddisk doang kalau (siapa tau) ada yang membutuhkannya.
Sayangnya, video petunjuk penggunaan Mapsource ini turun kualitasnya setelah diolah menggunakan Windows Movie Maker. Yang terparah, suara merdu saya (yang adalah seorang Qori hehehe...) menjadi cempreng dan terdengar sudah uzur.
Ya sudahlah, setidaknya saya masih menyimpan file asli dengan kualitas lumayan bagus. Dan.. pastinya file yang ini tidak saya share, karena inilah modal saya cari makan hehehe..
Ini dia sebagian Video Panduan Penggunaan MapSource Garmin:
Video saya lainnya:Ekspedisi di Natuna
original post by anang, yb
Padahal, untuk mempelajarinya tak perlu waktu lama. Sejam pun selesai. Lha wong fungsi dari Mapsource lebih banyak untuk download dan upload data GPS Garmin ke komputer.
Bosen dengan kegiatan membuat modul pelatihan dalam bentuk tekstual, saya pun mencoba membuatnya dalam versi video. Ya, mengapa tidak dicoba? Pilihan pun jatuh pada freeware (atau shareware ya?) Freez Screen Video Capture. Piranti lunak ini berfungsi untuk merekam kegiatan kita selama mengoperasikan komputer, tepatnya merekam gerakan kursor.
Selain gratis, penggunaan Freez Screen Video Capture relatif mudah. Bagusnya lagi, kita bisa saja memasukkan suara dalam video yang kita buat.
Sampai saat saya menulis posting ini, sudah 4 video cara penggunaan Mapsource saya buat. Lumayan keren, setidaknya menurut saya, hehehe.. Moga-moga sebelum selasa depan (26/08/08) saya sudah menyelesaiakan seluruh video panduan penggunaan Mapsource garmin. Nantinya, panduan penggunaan Mapsource ini akan saya share di Youtube. Ya, buat apa disimpen di harddisk doang kalau (siapa tau) ada yang membutuhkannya.
Sayangnya, video petunjuk penggunaan Mapsource ini turun kualitasnya setelah diolah menggunakan Windows Movie Maker. Yang terparah, suara merdu saya (yang adalah seorang Qori hehehe...) menjadi cempreng dan terdengar sudah uzur.
Ya sudahlah, setidaknya saya masih menyimpan file asli dengan kualitas lumayan bagus. Dan.. pastinya file yang ini tidak saya share, karena inilah modal saya cari makan hehehe..
Ini dia sebagian Video Panduan Penggunaan MapSource Garmin:
Video saya lainnya:Ekspedisi di Natuna
original post by anang, yb
Jun 26, 2008
GPS Untuk Pekerja Seks

Pekerja seks seperti halnya pekerjaan apa pun, mustinya butuh rasa aman di tempat kerja. Jadi sah-sah saja bila pekerja seks komersial (emang ada pekerja seks sosial..? )perlu melengkapi diri dengan "sepatu kerja" yang ada GPS-nya. Wuih, ide hebat ya?
Sepatu ini selain dilengkapi dengan GPS sebagai pemberi informasi lokasi, juga terintegrasi dengan APRS (Automatic Packet Reporting System), suatu sistem yang memanfaatkan frekuensi radio amatir untuk mengirimkan data.
Jadi, kalau ada cowok iseng mau melakukan pelecehan seksual terhadap pekerja seksual (tentunya pelecehan seksual yang tidak diharapkan), sepatu ber-GPS ini bakal mengeluarkan alarm yang langsung nyambung ke kantor polisi ataupun ke asosiasi PSK atau ke Maminya, tergantung setting frekuensi yang dibuat.
Hemm... tertarik?
original post by anang, yb
May 19, 2008
Quickly find GPS that fits my needs

As a geographer, I never need to fear getting lost in the wilderness ever again. Kalimantan rainforest or coral reef in Natuna Island only one of my favorite wild area; a GPS can be a very handy item, giving me piece of mind that I will always know exactly where I am.
Garmin and Trimble are my favorite GPS brands, especially Garmin 60i that provide Bahasa Indonesia language. It’s very easy to find the GPS that fits my needs. You know, reading thousands of GPS reviews and picking from hundreds of GPS products is difficult and frustrating, Wize.com solve this problem. Wize gathers millions of GPS reviews from websites like Walmart.com, Amazon.com, and CNET.
original post by anang, yb
Jan 17, 2008
Oct 3, 2007
Nokia 330 Atau Anjing Triping ?

Benda apa sih yang anda pasang di dashboard mobil?
Kipas angin kecil? Huahaha... sopir truk kali!
Atau boneka anjing yang bisa triping sepanjang jalan? Duh, jadul banget deh.
Nah, kalau mau dibilang modern, atau penggila gadget, plus ngak takut lirikan komplotan kapak merah di perempatan jalan, coba deh yang satu ini: NOKIA 330.
Nokia 330 boleh disebut sebagai Personal Navigation Device. Penjualnya sih lebih suka menyebutnya dengan NOKIA 330 Auto Navigation. Di Indonesia, NOKIA 330 menggandeng Solo map untuk mendukung penyediaan peta yang saat ini masih sebatas Sumatera, Jawa, dan Bali (itu kata Kompas versi cetak tanggal 2/10. kalau Kompas dotcom bilang peta sudah termasuk Kalimantan juga--> halah... mana yang tidak akurat!)
Masih menurut laporan Kompas versi cetak, NOKIA 330 memiliki layar sentuh berukuran 3.5 inci dipadu dengan kombinasi suara serta visualisasi tampilan peta dua dan tiga dimensi. Enak dong, panduan navigasi bisa berupa suara dan visual. Dan seperti sudah seharusnya tersdia di perangkat navigasi, NOKIA 330 sudah dilengkapi dengan Point of Interest sekitar 15 ribuan titik berupa sebaran pompa bensin, rumah sakit, mal, rumah ibadah dan lain-lain.
Perangkat navigasi lain yang patut untuk dicoba adalah GPS dari Tomtom yang cocok buat Toyota Yaris.
Hemm, mau beli nih? Boleh aja. Nggak nyampe 5 juta rupiah kok. Coba deh cek isi dompet. Uang THR masih sisa berapa...?
original post by anang, yb
Jun 14, 2007
Mommy I'm Here!
Anda berencana menonton Jakarta Fair?
Aha, saya punya satu tips agar buah hati Anda tidak terpisah di tengah-tengah keriuhan bazaar terbesar di Indonesia tersebut.
Kenakan saja Child Locator di sepatu Anak Anda. Niscaya kecil kemungkinan Anak Anda akan terpisah dari Anda. Child locator sendiri merupakan bentuk lain dari receiver GPS dalam bentuk mini, simpel, tahan air dan tahan goncangan serta didukung oleh baterai yang tahan lama.
Rata-rata Child Locator berbentuk unik agar disukai oleh anak-anak. Lihat saja model Child Locator bermerk Mommy I'm Here! ini. Wow, Teddy Bear, Mom!
Alat ini punya banyak julukan. Selain Child Locator, beberapa produsen menamainya Child Finder, Child Tracking, dll.
Berminat ? Coba deh jalan-jalan ke Mangga Dua. Siapa tahu Anda tertarik..
[gambar dari http://www.brickhousesecurity.com/ ]
original post by anang, yb
Aha, saya punya satu tips agar buah hati Anda tidak terpisah di tengah-tengah keriuhan bazaar terbesar di Indonesia tersebut.
Kenakan saja Child Locator di sepatu Anak Anda. Niscaya kecil kemungkinan Anak Anda akan terpisah dari Anda. Child locator sendiri merupakan bentuk lain dari receiver GPS dalam bentuk mini, simpel, tahan air dan tahan goncangan serta didukung oleh baterai yang tahan lama.
Rata-rata Child Locator berbentuk unik agar disukai oleh anak-anak. Lihat saja model Child Locator bermerk Mommy I'm Here! ini. Wow, Teddy Bear, Mom!

Alat ini punya banyak julukan. Selain Child Locator, beberapa produsen menamainya Child Finder, Child Tracking, dll.
Berminat ? Coba deh jalan-jalan ke Mangga Dua. Siapa tahu Anda tertarik..
[gambar dari http://www.brickhousesecurity.com/ ]
original post by anang, yb
Apr 26, 2007
Cosa Sudah Diwawancarai

Cosa Aranda makin berkibar saja. Peblogger yang hobi berbagi ilmu ini baru saja diwawancarai jurnalis Radio Singapore International siaran bahasa Indonesia.
Hmm, siapa sih Cosa?
Ah, dia bukan siapa-siapa. Bukan selebritis bukan pula anggota dewan, bukan pula dekan di Jatinangor. Dia masih sekadar peblogger. Orang yang memilki konsistensi untuk menulis secara berkala lewat blog. Untungnya tulisan dia bukan sekadar deretan hahahihi layaknya blog ABG, bukan pula sederet puisi yang hanya dimengerti oleh penulisnya, bukan pula sekadar kumpulan lirik lagu pemancing dollar lewat Adsense.
Cosa menulis tentang dunia internet marketing. Dan itu disuka banyak orang, lebih-lebih karena Cosa seolah tanpa beban berbagi ilmu begitu saja, dan itu membuat orang makin suka.
Cosa yang dulunya bukan siapa-siapa kini lebih tenar. Berkat blog? Yap! Berkat karya tulis? Tentu saja…
Minggu lalu seorang wartawan dengan susah payah mencari rumah saya yang berada di pelosok Bekasi. Konon dia tertarik dengan salah satu tulisan saya di blog ini. Tulisan tentang ponsel yang saya pakai bertualang di Natuna.
“Mas, saya pingin denger cerita tentang ponsel yang paling disuka para petualang,” kata dia lewat telepon sehari sebelum dia datang ke rumah. Oke. Kami pun janjian.
Ini kali kedua saya didatangi wartawan karena sesuatu yang saya tulis. Sekian tahun lalu, gara-gara artikel saya tentang GPS dimuat di Kompas saya dikontak redaksi majalah KomputerAktif (alm). Senang juga bisa ngobrol panjang lebar plus mempraktekkan GPS di atap gedung Kompas-Gramedia di Jl. Gajah Mada, Jakarta. Dan, jadilah tema GPS sebagai laporan utama di KomputerAktif minggu berikutnya.
Jadi? Tekuni saja hasrat menulis via blog. Teruslah berbagi cerita, berita dan kata. Biar banyak orang makin suka.
original post by anang, yb
Mar 25, 2007
Ekspedisi Monitoring Terumbu Karang Kep. Natuna, Indonesia
Video perjalanan ke Natuna yang saya pajang di sidebar konon tak bisa dibuka pakai Internet Explorer. Benarkah? Saya sendiri ngak begitu paham kenapa-kenapanya. Mungkin ada opsi buat nampilin video di internet explorer dimatikan ya?
Atau mau coba pakai Mozilla Firefox ? Sudah sejak lama saya pakai Mozilla Firefox, dan nyatanya video bisa nongol dengan baik... Pakai Mozilla terasa banget bedanya dibandingkan sewaktu masih setia dengan Internet Explorer. Yang Pasti, Mozilla lebih wuuz dibandingkan browser bawaan Microsoft tsb.
Buat yang mau coba-coba pakai Mozilla firefox, silakan download. Ada link-nya di sidebar. Mumpung masih gretong... :D
original post by anang, yb
Atau mau coba pakai Mozilla Firefox ? Sudah sejak lama saya pakai Mozilla Firefox, dan nyatanya video bisa nongol dengan baik... Pakai Mozilla terasa banget bedanya dibandingkan sewaktu masih setia dengan Internet Explorer. Yang Pasti, Mozilla lebih wuuz dibandingkan browser bawaan Microsoft tsb.
Buat yang mau coba-coba pakai Mozilla firefox, silakan download. Ada link-nya di sidebar. Mumpung masih gretong... :D
original post by anang, yb
Mar 20, 2007
Di Natuna saya membawa dua alat penunjuk arah: GPS dan Buku “Rahasia Sukses Terbesar”
Ada belasan titik lokasi terumbu karang yang harus kami amati. Semuanya –tentu saja- berada di dasar laut. Bukan perkara gampang untuk mencapainya. Laut seringkali dan lebih sering tidak bersahabat. Gelombang setinggi 2 meteran, angin kencang, dan perahu yang tidak stabil membuat kami harus pandai-pandai meniti laut.
Garmin tipe 76CSx cukup dapat diandalkan. Simpel, mudah dioperasikan, layar display lumayan lebar, dan memiliki akurasi hingga 4 meter.
Biarpun seringkali kami tidak mematuhi arah navigasi GPS (karena kami musti memutar menghindari jebakan batu-batu karang yang dangkal), GPS tetap kami genggam. Setidaknya ketika target lokasi sudah masuk radius 500 meter, pandangan kami makin lekat ke layar display.
Hitung mundur saat mendekati titik tujuan dari 500 meter ke 400, 200, …. 50…30..10 hingga 0 meter menjadi saat-saat mendebarkan, menegangkan dan tentu saja mengasyikkan. Kegembiraan makin tergenapi bila tim penyelam dapat menemukan tanda-tanda yang dipasang di lokasi tersebut dua tahun silam, walau mungkin hanya tersisa satu patok dan seutas tali pendek berlapis lumut di dasar laut. Lega sekali!
Inikah rasanya sukses terbesar?
Bagi saya –yang sudah terkontaminasi radioaktif yang terpancar lewat buku “Rahasia Sukses Terbesar”- setiap detik bisa berarti sukses terbesar. Karena sukses adalah mindset, bukan tujuan. Mindset yang mengalir dari resep sukses terbesar nomor satu: BERSYUKUR.
Mensyukuri setiap kesempatan dan kepercayaan yang sudah diulurkan orang lain kepada kita lewat kerja yang sungguh-sungguh, profesional, dan siap memberikan hasil terbaik. I do my best every chance I have.
Mensyukuri setiap hasil yang bisa genggam lewat usaha terbaik di dalam kekurangan kita. Be the best that I can be within my limitations.
Jennie S. Bev lewat buku karangannya “Rahasia Sukses Terbesar” telah menjadi alat navigasi saya dalam menjalani profesi geografer secara self employed. Perjalanan meniti profesi tahun demi tahun tak ubahnya seperti mencari lokasi terumbu karang: dihadang gelombang, angin kencang, dan hamparan batu karang yang tiba-tiba menyembul.
Setidaknya, saya merasa cukup dekat dengan Jennie karena beberapa percik pikirannya sealiran dengan prinsip saya. Ini dia beberapa diantaranya:
a. “semakin banyak saya membagi yang saya punya, semakin banyak pula berkat yang saya punya.”
b. “saya tidak percaya kepada mencari jalan. Sebaliknya saya mengkonstruksi jalan hidup saya sendiri”
c. ‘ketika saya bekerja, saya bermain. Ketika saya bermain, saya bekerja.”
d. ‘tinggalkan ajaran untuk merangkak dari bawah. Berpikirlah out of the box: Saya memulai dari atas!”
Ah, sudahlah. Tulisan ini terlalu panjang untuk sebuah blog bila diteruskan. Yang pasti, 12 hari di Natuna, di ransel biru saya selalu terselip dua alat navigasi. Satu bikinan Garmin dan satu lagi dari Jennie. Berkat keduanya jalan saya lebih terpandu.
Tetap semangat!
original post by anang, yb
Garmin tipe 76CSx cukup dapat diandalkan. Simpel, mudah dioperasikan, layar display lumayan lebar, dan memiliki akurasi hingga 4 meter.
Biarpun seringkali kami tidak mematuhi arah navigasi GPS (karena kami musti memutar menghindari jebakan batu-batu karang yang dangkal), GPS tetap kami genggam. Setidaknya ketika target lokasi sudah masuk radius 500 meter, pandangan kami makin lekat ke layar display.
Hitung mundur saat mendekati titik tujuan dari 500 meter ke 400, 200, …. 50…30..10 hingga 0 meter menjadi saat-saat mendebarkan, menegangkan dan tentu saja mengasyikkan. Kegembiraan makin tergenapi bila tim penyelam dapat menemukan tanda-tanda yang dipasang di lokasi tersebut dua tahun silam, walau mungkin hanya tersisa satu patok dan seutas tali pendek berlapis lumut di dasar laut. Lega sekali!
Inikah rasanya sukses terbesar?
Bagi saya –yang sudah terkontaminasi radioaktif yang terpancar lewat buku “Rahasia Sukses Terbesar”- setiap detik bisa berarti sukses terbesar. Karena sukses adalah mindset, bukan tujuan. Mindset yang mengalir dari resep sukses terbesar nomor satu: BERSYUKUR. Mensyukuri setiap kesempatan dan kepercayaan yang sudah diulurkan orang lain kepada kita lewat kerja yang sungguh-sungguh, profesional, dan siap memberikan hasil terbaik. I do my best every chance I have.
Mensyukuri setiap hasil yang bisa genggam lewat usaha terbaik di dalam kekurangan kita. Be the best that I can be within my limitations.
Jennie S. Bev lewat buku karangannya “Rahasia Sukses Terbesar” telah menjadi alat navigasi saya dalam menjalani profesi geografer secara self employed. Perjalanan meniti profesi tahun demi tahun tak ubahnya seperti mencari lokasi terumbu karang: dihadang gelombang, angin kencang, dan hamparan batu karang yang tiba-tiba menyembul.
Setidaknya, saya merasa cukup dekat dengan Jennie karena beberapa percik pikirannya sealiran dengan prinsip saya. Ini dia beberapa diantaranya:
a. “semakin banyak saya membagi yang saya punya, semakin banyak pula berkat yang saya punya.”
b. “saya tidak percaya kepada mencari jalan. Sebaliknya saya mengkonstruksi jalan hidup saya sendiri”
c. ‘ketika saya bekerja, saya bermain. Ketika saya bermain, saya bekerja.”
d. ‘tinggalkan ajaran untuk merangkak dari bawah. Berpikirlah out of the box: Saya memulai dari atas!”
Ah, sudahlah. Tulisan ini terlalu panjang untuk sebuah blog bila diteruskan. Yang pasti, 12 hari di Natuna, di ransel biru saya selalu terselip dua alat navigasi. Satu bikinan Garmin dan satu lagi dari Jennie. Berkat keduanya jalan saya lebih terpandu.
Tetap semangat!
original post by anang, yb
Feb 13, 2007
Mio H610 : Yang ini bukan untuk dinaiki, tapi sama-sama untuk cewek

Kalau mau tau GPS "ganjen", ya GPS Mio H610 ini.
Lihat saja chasingnya yang soft dan bertaburan bunga. GPS ini memang dirancang agar dibeli para wanita. fasilitasnya pun khas banget, layaknya handphone: photo viewer, games, MP3 dan video player.
Jangan takut tersesat bila di dashboard mobil sudah melekat GPS Mio H610 ini> Menu standar berupa informasi navigasi dapat diaktifkan dengan suara maupun screen instruction.
Tidak hanya itu, GPS ini juga sudah dilengkapi dengan peta dari 24 negara eropa plus sudah mendukung 16 bahasa.
Suka nge-game ? Jangan murung. GPS ini penuh dengan games yang bakal membuat traveling kamu nggak bosenin. Fireball, GameBox Gems, Flux Challenge dan Plumbin Frenzy'adalah beberapa jenis game yang bisa membuatmu hepi di jalan.
Mau beli ?
Subscribe to:
Posts (Atom)