Showing posts with label Aku dan korupsi. Show all posts
Showing posts with label Aku dan korupsi. Show all posts

May 23, 2008

Fajar Y S Zebua: Keinginan(terburuk) Meraup Dollar Lewat Internet


Jangan buru-buru senang bila anda disapa dengan julukan GAMAWATI. Sebab sapaan tersebut tidak selalu berarti anda adalah anggota Keluarga besar UGM. Bagi segelintir orang, GAMAWATI berarti Gabungan Maling Waton Bathi! *


Nama Fajar Y S Zebua mendadak sontak jadi terkenal dalam sebulan terakhir. Memang, ketenarannya belum seheboh alumni UGM lainnya semisal Mas Roy. Tapi yang pasti, sosok yang disebut-sebut alumni dan atau mahasiswa (entah mana yang benar) S2 MIPA Ilmu Komputer UGM telah berhasil meraup uang dari internet secara sangat instant. Bukan dollar yang dia raup seperti judul buku yang dia tulis, tapi rupiah. Dan celakanya, modus pencarian rejeki dia membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Dia memilih menjadi GAMAWATI.

Buku Google AdSense: Mudah Meraup Dolar di Internet yang ditulis oleh Fajar Y S Zebua diyakini oleh banyak orang dan khususnya Cosa Aranda sebagai hasil jiplakan mentah-mentah dari sekian banyak artikel yang bertebaran di internet. Dan tampaknya, tulisan Cosa Aranda adalah yang paling banyak dicomot dan dipajang di buku tersebut.

Ah, saya yakin plagiator ini bukanlah orang Jogja asli. Sebab orang Jogja mustinya pandai plesetan. Kalaupun mau menjiplak mustinya dia plesetkan sedikit-sedikit baik judul maupun kalimat di dalamnya. Tapi nyatanya tidak. Materi tulisan yang dia jiplak nyaris sama plek baik isi maupun judul-judulnya. Ampun!

Fajar YS Zebua
sudah memilih jalannya. Dan nama baik dirinya, keluarga, anak dan isteri (sudah kawinkah?) jadi taruhan yang sangat mahal. Tak perlu saya sebut sekian banyak peribahasa yang menekankan betapa berharganya nama baik dalam kehidupan kita.
Dan bila itu sudah kita pertaruhkan, dengan cara apa kita bakal menebus nama baik yang sudah tergadai?

*waton bathi = yang penting untung

original post by anang, yb

May 7, 2008

Kasus Kristina, Mangrove, dan Proyek 2006


Minggu lalu saat saya terima undangan ngajar GPS di salah satu instansi di Sumsel, mata saya sempat rada kaget lihat satu album besar peta. Yap, itu album peta yang saya kerjakan tahun 2006, kumpulan peta hasil analisis studi mangrove di Sumsel, Bangka, dan Belitung.

“Mas, peta itu nanti mau dipakai untuk data ilmiah kalau kasus Kristina masuk pengadilan.” Kata rekan di kantor itu.

Kasus Kristina? O ya ya… saya jadi inget! Bukankah Kristina si imut yang suka nyanyi ndangdut itu diperiksa karena kasus alih fungsi hutan mangrove di Sumatera Selatan untuk dijadikan Pelabuhan Tanjung Siapi-api.


Mati aku! Moga-moga saya tidak dibawa-bawa ke pengadilan ya. Seumur-umur saya baru sekali diadili pak hakim, duluuuu.. sewaktu tertangkap tidak pakai helm jaman masih pakai seragam abu-abu putih!

foto: id.wikipedia.org/wiki/Kristina


original post by anang, yb

Mar 4, 2008

Walhi Ajak Masyarakat Sewa Hutan Lindung

Bila anda punya uang receh, jangan buru-buru dikasihkan ke pengamen, apalagi pengamen yang cuma bisa jrang-jreng sekenanya. Ada dua peluang besar buat anda. Yang pertama, anda bisa gunakan untuk belanja nama domain yang makin memurah. Nggak butuh "barang begituan"? Okey deh. Kalau begitu belanjakan saja untuk yang satu ini: beli kapling hutan lindung!

Belanja kapling hutan lindung jelas teramat murah. Jauuuuh... lebih murah dibandingkan uang keamanan yang dipatok preman cengeng di sekitar lapak-lapak kumuh di ibukota.




Lebih detailnya, baca saja tulisan di bawah ini yang saya kutip dari Media Indonesia dan media indonesia mengutipnya dari Antara:


Aksi protes LSM lingkungan hidup Walhi terhadap kebijakan Peraturan Pemerintah (PP) No 2 tahun 2008 tentang Penerimaan Negara dari Bukan Pajak (PNBP) berupa izin kegiatan pertambangan terbuka di kawasan hutan lindung terus bergulir, bahkan ide terbaru adalah dengan mengajak masyarakat Indonesia ramai-ramai menyewa kavling hutan.

"Mulai pekan depan, Walhi akan menggelar kampanye agar masyarakat menyewa lahan hutan lindung yang masih tersisa di Indonesia agar tidak disewa oleh perusahaan tambang," kata Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Walhi, di Jakarta, Minggu (2/3).

Menurut Chalid, secara resmi kampanye ini akan diluncurkan pada awal pekan, atau sekitar Senin (3/3) atau Selasa (4/3). "Daripada disewa oleh perusahaan tambang, yang jelas-jelas hanya akan mencemari kawasan hutan lindung, lebih baik masyarakat yang menyewa dan uangnya diserahkan ke negara sebagai tambahan pendapatan," katanya menjelaskan.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah mengeluarkan PP No 2 tahun 2008 sebagai salah satu cara mendapatkan pendapatan dari hutan. "Daripada disewakan ke perusahaan tambang, lebih baik masyarakat menyewa dengan tarif Rp1.000 per meter persegi untuk masa sewa 1 tahun. Dan uang yang terkumpul akan diserahkan ke Departemen Keuangan sebagai tambahan untuk kas negara," katanya.

Sementara itu Greenomics Indonesia menyatakan upaya pemerintah menggenjot penambahan penerimaan negara dari sektor pertambangan umum sebesar Rp1,5 triliun dalam revisi APBN 2008 - dari angka awal Rp4,24

triliun menjadi Rp5,77 triliun - adalah satu bentuk kebijakan yang tidak cerdas.

"Kebijakan itu menjadi tidak cerdas karena di sisi lingkungan hidup itu berarti mengorbankan hampir satu juta hektare hutan lindung untuk aktivitas pertambangan terbuka," kata Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

(Ant/OL-03)



original post by anang, yb

Jan 20, 2008

Antre Minyak Tanah, Kompor Gas Gratis, Stiker Helm

Biarpun saya gemar menulis, namun beberapa fakta yang saya lihat sehari ini membuat saya sulit untuk merangkai dalam satu tulisan. bantu saya ya...

Fakta I:
Lima ratus meter dari rumah saya ada pangkalan minyak tanah. Hari-hari ini setiap subuh selalu ada pemandangan yang membuat saya miris. Penduduk mengular menderetkan jerigen lima literan. Menunggu dan menunggu. Dari subuh hingga entah sampai kapan. Sudah sukur kalau sorenya kebagian, biarpun tidak sepenuh jerigen.

Fakta II:
Siang ini saya mendapat bantuan kompor gas. Komplet dengan tabung dan selangnya. Tentu saja tidak saya tolak.
Semua siap pakai. Tidak hanya saya yang dapat. Seluruh penghuni perumahan saya dijamin kebagian asal ber-KTP kalurahan setempat. 600 unit gratis untuk warga perumahan. Inilah jatah yang diberikan pemerintah. Tidak peduli walau sebagian besar penghuni adalah orang bermobil dan bersepatu mengkilap. Rumah banyak yang dua lantai. Termasuk yang saban hari menenteng handphone dan laptop seperti saya.

Fakta III:
Helm saya masih tertempel stiker bertuliskan "STOP KORUPSI - KORUPSI KAH AKU ?". Helm itu masih akan saya pakai untuk melindungi kepala dan otak saya.




***

Bagaimana anda bakal merangkai cerita atas tiga fakta tersebut? Atau mungkin fakta ke empat berikut bisa jadi perangkai sekaligus bumbu moral atas fakta-fakta sebelumnya:

Fakta IV
Hari ini saya menerima kompor gas gratisan, hari ini juga saya berniat untuk segera mengalihkannya untuk saudara saya di Solo yang penjual pepes tahu.

original post by anang, yb

Jun 8, 2007

Soeharto Rayakan Ulang Tahun ke-86


Sugeng riyadi....
Mantan Presiden Soeharto Jumat, 8 Juni 2007, merayakan ulang tahunnya ke-86.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya tetap tidak menerima undangan pesta ultah orang paling beken di republik ini... hehehe...

Doa saya untuk kakek yang satu ini, selamat ulang tahun ya. Moga-moga masih ada umur yang ditambahkan dariNya.
Terima kasih atas segala jasa Pak Harto. karena jasa Bapak, ibu saya bisa menjadi guru SD inpres dengan tenang hingga pensiun lima tahun lalu.
Karena jasa Bapak pula, saya bisa sekolah negeri, dari SD hingga kuliah. Oh ya di jaman Bapak menjadi Presiden, biaya kuliah saya cuma 140ribu satu semester. masih terjangkau untuk ukuran orang tua saya yang -seperti saya sebut- guru SD inpres di Bantul.

Jujur saja saya rindu dengan Bapak. Rindu dengan keadaan aman tenteram. Pejabat pada rukun dengan seragam korpri seluruhnya; acara televisi penuh dengan berita menyenangkan tentang hasil pembangunan; semua buku pelajaran gratis; dan kalaupun ada korupsi, itu pun dilakukan dengan santun tidak norak dan muka badak seperti sekarang.
Kapan ya ada suasana seperti jaman Bapak menjadi presiden dulu? hemmmm, mengapa bapak tidak mencalonkan diri lagi, setidaknya untuk menjadi gubernur Jakarta?

Ah, kangen rasanya melihat berita di TVRI yang menyiarkan kemeriahan ulang tahun bapak. Ada anak-anak berseragam putih-putih berlarian sambil mengibarkan bendera di panggung... disusul dengan lantunan suara emas Titiek Puspa yang berurai air mata bangga sambil bernyanyi," ... kepadamuuu.. bapak kami Soeharto..."

original post by anang, yb

May 15, 2007

Semoga Busuklah Gigi Pak Menteri


Geram!
Walau mata dan hati kita makin bebal karena terlalu sering mendengar berita korupsi, namun untuk yang satu ini rasanya susah untuk menutup mata.

Detik dotcom menulis tentang korupsi yang dilakukan mantan menteri Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Ya, menurut Arfi Bambani Amri -wartawan Detik.com, Dana nonbujeter yang diselewengkan di DKP salah satunya digunakan untuk merawat gigi bapak Menteri. Sejuta topan badai untukmu, pak menteri!

Sumpah serapah pula saya semburkan untuk pihak lain yang konon juga ikut berebut dana non-bujeter. PKS, PPP, Golkar, PSI, KAMMI termasuk yang disebut oleh Didi Sadeli sebagai penikmat uang haram tersebut. Sidang peradilan yang nantinya menguji kebenaran omongan Didi ini. Di luar itu PAN, PDIP, Partai Demokrat termasuk yang disebut-sebut ikut menjilati dana nonbujeter DKP.

Mengapa kita musti geram?

Sebagai salah seorang yang pernah ikut dalam tim monitoring terumbu karang (salah satu tugas penting DKP) saya bisa merasakan betapa beratnya resiko yang musti ditanggung tim surveyor di lapangan.

Betapa untuk memelihara dan melakukan studi terumbu karang, juga memetakan pulau-pulau kecil terluar, seorang surveyor musti bertaruh nyawa, menerjang ombak samudera Indonesia, Laut cina Selatan yang tingginya bisa dua meteran...
Belum lagi resiko saat menyelam, terhanyut alun di dasar samudera..

Ah, disaat karyawan level bawah berjuang dengan idealisme tinggi, untuk menjaga terumbu karang, justeru Pak Menteri asyik membersihkan karang gigi!

Terkutuklah anda Pak Menteri!


original post by anang, yb

Mar 1, 2007

100% Inisiatif korupsi suap berasal dari pengadilan


Kompas (28/2/2007) Melansir laporan hasil survei Transparency International Indonesia (TII) tentang perilaku korupsi di negeri zamrud kathulistiwa.

Sayangnya berita Kompas ini tidak ada nilai beritanya sama sekali. Ibarat melaporkan kalau rambu yang berupa huruf S dicoret berarti dilarang berhenti!

Semua orang sudah tahu!

Coba simak fakta yang dipaparkan Kompas ini: manakah yang anda belum tahu?

Fakta 1: 100 persen praktik suap yang terjadi di pengadilan inisiatifnya justeru datang dari pihak pengadilan

Fakta 2: Pengusaha selalu dimintai uang pelicin dalam berinteraksi dengan institusi publik

Fakta 3: Instansi yang menempati peringkat tertinggi terjadinya praktik suap adalah peradilan, polisi, dan tentara

fakta 4: ..........

Manakah dari fakta-fakta tersebut yang belum anda tahu ?

(merindukan indonesia yang tidak seperti yang saya tahu....)

--> biar tidak bias (karena saya mengutip Kompas yang mengutip TII) silakan baca saja tulisan selengkapnya....

Feb 27, 2007

Satu em buat pak bupati


Terpancing oleh tulisan Irma tentang Dagelan para birokrat, saya jadi ingat kejadian lima tahun lalu.
Waktu itu saya masih menyandang label sebagai pedagang GPS (Global Postioning System). Suatu ketika ada seseorang dari Kalimantan mengontak saya. "Tolong saya dibantu presentasi, Mas. Kebetulan ada prospek bagus disini. Pimpronya gampang diatur kok, biasalah orang pemerintahan" katanya.

Ya sudah. Berangkatlah saya.

Karena saya sekadar membantu presentasi, maka saya tidak peduli soal harga. Kebetulan partner yang satu ini juga baru saya kenal. Lirik punya lirik, saya ngeh juga kalau harga penawaran sudah di-mark up dengan mantap. Dari harga nett 2 milyar disulap jadi jadi 3 milyar! tapi ini sudah lumrah kok. Biasanya 40% dari uang proyek musti "dikembalikan" ke pemilik proyek. Tapi itu dulu lho... Sekarang nggak lagi kok... Maksudnya NGGAK CUMA 40% ! Dulu yang perlu diberi amplop cukuplah pejabat pemegang proyek. Sekarang? orang DPR dan orang partai hampir selalu minta jatah!

Balik ke cerita yang tadi.

Malam sebelum presentasi saya menginap di mess yang dimiliki kantor pemerintah tersebut. Jam sembilan malam pintu kamar diketok. Saya diajak keluar untuk ngobrol dengan utusan pak bupati.

Ngobrol sana-sini akhirnya berujung pada uang proyek. "Maaf, pak," kata utusan pak bupati dengan santun. "Kalau tidak salah nilai proyeknya sudah dibikin jadi tiga em ya?".
Partner saya mengangguk mantap. Tampaknya dia sudah paham bahasa tubuh utusan bupati itu.
"Hmm, begini, pak. Saya dipesan pak bupati. tolong diusahakan bagaimana caranya, pak. Ya istilahnya, nitiplah sedikit untuk pak bupati." kata sang utusan.
"Berapa?" tanya partner saya singkat.
"Cukup satulah, pak.."
"Maksudnya satu juta? atau sepuluh ?"
Sang utusan tampaknya agak kesal melihat reaksi partner saya yang sok bloon.
"Tentu saja satu em, pak." kata utusan pak bupati agak keras.
Gubraak... rasanya saya mau pingsan saja! Enak bener minta jatah satu em! Sejuta badai buat birokrat Indonesia!

(happy ending: proyek akhirnya gagal karena ada makelar lain yang memberi upeti lebih gila! Syukur padamu ya Tuhan...)

Jul 14, 2006

Jurang Di Antara Korban Tsunami dan Penerima Proyek


Kenapa pula Tuhan meng-install nurani.exe dalam otakku?
Andai tidak ada program antivirus itu di diriku, tentu aku bakal nyaman-nyaman saja menerima dua fakta berikut:
Fakta pertama dari kompas (13/7) hal. 23 berbunyi: "....mereka mengusir kami dari tenda, sedangkan rumah kami belum jelas kapan dibangun. Lelah kami mengajukan pada panitia desa agar membangunkan rumah di bekas rumah saya yang hancur karena tsunami di Desa Emperom."
Fakta kedua berasal dari SMS yang nongol di Samsung bututku pada hari yang sama, menjelang magrib. Kiriman dari karib lama: "Mas aku di Aceh, kebetulan kita membutuhkan ahli GIS. Kontrak per 6 bulan ditempatkan di BRR sebagai technical assistance, rate 12-15 juta depend on exp."
Duh, sayang banget nurani.exe susah di-uninstall karena menyatu dengan operating system!