Showing posts with label Aku sbg Geografer. Show all posts
Showing posts with label Aku sbg Geografer. Show all posts

Dec 19, 2008

Bagaimana Para Peneliti Menyelamatkan Terumbu Karang?


Kalian suka dengan tokoh kartun Sponge Bob ? Oho, pasti dong. Tahukah kalian jika mahluk laut jenis sponge benar-benar ada? Ya, bahkan mereka dapat hidup dengan baik di antara terumbu karang di perairan Indonesia.


Indonesia kaya dengan hamparan terumbu karang. Kalian bisa menemukan terumbu karang mulai dari Aceh hingga Papua. Luas sekali ya? Terumbu karang wajib kita jaga dari kerusakan. Di tempat itulah berbagai jenis binatang laut bertelur dan berkembang biak. Terumbu karang yang relatif bagus seringkali berada jauh di perairan pulau-pulau terpencil bahkan tak berpenghuni. Di sanalah para peneliti dan pelestari terumbu karang berjuang untuk menyelamatkan terumbu karang dari kerusakan. Semua itu dilakukan dengan cara menyelam ke dasar laut.
Lantas, bagaimana para peneliti bisa menemukan lokasi tersebut?



Memakai Foto Satelit
Sebelum menyelam, para peneliti membuat peta persebaran terumbu karang. Peta ini dibuat berdasarkan hasil interpretasi foto satelit. Foto satelit yang paling sering digunakan adalah foto dari satelit Landsat. Pembuatan peta dari data foto satelit ini dilakukan oleh seorang ahli penginderaan jauh, yakni seseorang yang mampu mengenali obyek-obyek pada foto satelit berdasarkan ciri-cirinya yang khas. Ya, ahli ini mampu membedakan antara daratan, lautan, hutan mangrove, terumbu karang, sungai, dan batu-batu karang.
Hasil interpretasi foto satelit selanjutnya digambar menjadi peta seperti yang biasa kalian lihat. Peta ini harus dilengkapi dengan posisi koordinat agar tepat posisinya.

Dipandu oleh Satelit Navigasi
Ternyata, peta saja belum cukup membantu para peneliti menemukan lokasi terumbu karang. Untuk itu, lagi-lagi para peneliti meminta bantuan dari satelit untuk memandu mereka menemukan lokasi dengan tepat. Yang dibutuhkan kini adalah satelit yang mampu mengirimkan data koordinat. Satelit navigasi adalah salah satu jenis satelit yang mampu memancarkan sinyal berisi informasi koordinat.
Untuk menangkap sinyal satelit ini, dibutuhkan peralatan mungil sebesar ponsel yang disebut GPS. GPS (Global Positioning System) adalah alat navigasi yang biasa terpasang di kapal maupun pesawat terbang. Kini GPS semakin banyak modelnya dan digemari oleh mereka yang suka bepergian ke tempat-tempat yang jauh dan masih asing.
GPS sangat besar perannya dalam usaha menemukan lokasi terumbu karang. Mula-mula para peneliti terumbu karang mengetikkan posisi koordinat lokasi yang akan dituju ke dalam GPS layaknya kamu menulis SMS di ponsel. Dalam sekejap, di layar GPS akan muncul informasi kemana arah yang harus dituju, berapa jaraknya, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi tersebut. Wah, GPS hebat betul ya.

Harus Menyelam
Menjadi peneliti terumbu karang tidak cukup hanya berbekal kepandaian mengenali jenis ikan dan jenis karang. Mereka juga harus mampu menyelam dengan benar. Hebatnya, beberapa peneliti terumbu karang adalah wanita. Sama seperti peneliti pria, mereka juga harus mampu menyelam menggunakan peralatan selam yang lumayan berat.
Setelah lokasi terumbu karang ditemukan, mula-mula mereka menentukan jalur pengamatan di dasar laut. Jalur ini ditandai dengan tali yang dipasang kuat-kuat di dasar laut menggunakan patok dari besi. Di atas tali ini dipasang meteran/tali ukur.
Ahli ikan mencatat setiap jenis serta jumlah ikan di sekitar jalur pengamatan.
Ahli terumbu karang juga mencatat jenis-jenis karang yang berada di jalur tadi. Jenis ikan yang hidup di terumbu karang banyak sekali. Bahkan ada jenis ikan tertentu yang hanya dapat ditemui di perairan tertentu.
Pencatatan dan pengukuran dilakukan dengan sangat teliti, lebar setiap karang diukur hingga ketelitian centimeter.
Oh ya, untuk mencatat tentu saja mereka menggunakan kertas khusus yang tahan air. Sedangkan untuk menulis digunakan pensil dengan kualitas baik dan tidak mudah luntur oleh air laut.

Berjuang Keras Melawan Arus

Proses pengamatan di dasar laut dapat berlangsung hingga satu jam. Lama ya? Dan pasti melelahkan! Tidak jarang para peneliti terumbu karang harus menyelam di laut yang memiliki arus yang kuat. Bila hal ini terjadi, para penyelam hebat ini harus berjuang keras melawan arus sambil terus mencatat, mengukur dan meneliti terumbu karang. Wah, luar biasa ya semangat mereka.
Ya, seringkali laut yang tampak tenang sebetulnya memiliki arus di bawah permukaan air yang kuat. Sebaliknya, bila di atas permukaan gelombang air cukup tinggi, bisa jadi arus di bawah permukaan air justeru tenang.
Pengamatan kondisi terumbu karang harus dilakukan seara rutin, ada yang dua tahun sekali, ada pula yang setiap tahun.

Kamu juga bisa berperan
Nah, kamu sudah tahu kan betapa beratnya menyelamatkan terumbu karang? Kamu juga bisa kok turut membantu menyelamat-kan terumbu karang. Mulailah dengan melakukan hal-hal kecil namun besar manfaatnya. Misalnya dengan tidak membeli cinderamata berbahan karang, tidak membeli hiasan aquarium dari karang asli, tidak membuang sampah, deterjen ke laut, dan lain-lain.
Okey, ada yang tertarik menjadi peneliti terumbu karang? Rajin berlatih berenang ya!

(maaf kalau bahasanya cair banget. Memang tulisan ini dibuat untuk majalah anak-anank..)

original post by anang, yb

Reblog this post [with Zemanta]

Aug 25, 2008

Panduan Transfer Data GPS ke Komputer

Selalu ada newbie di setiap komunitas. Jadi saya tidak pernah takut apalagi malu untuk berbagi informasi yang (mungkin dianggap) remeh temeh.

Barusan saya selesai membuat satu video tutorial cara mentransfer data GPS Garmin ke komputer menggunakan Mapsource. Proses download data PGS menggunakan mapsource sendiri relatif gampang lebih-lebih bila kabel yang digunakan adalah kabel USB. Namun toh masih saja ada yang bingung untuk melakukannya.

Semoga video panduan download data GPS Garmin menggunakan Mapsource ini berguna. Silakan ditengok video di bawah ini. Komentar anda sangat saya rindukan...



original post by anang, yb

Reblog this post [with Zemanta]

Aug 22, 2008

Video Panduan Penggunaan MapSource Garmin

Gara-gara searching modul pengoperasian Mapsource di google dengan hasil nihil, maka terpaksalah saya membuatnya sendiri. Petunjuk penggunaan Mapsource (software bawaan GPS Garmin) sebetulnya sudah ada dalam paket pembelian GPS 60i yang saya punya. Sayangnya (dan pastinya) terulis dalam bahasa Inggris. Inilah yang tidak disukai peserta training di tanah air.

Padahal, untuk mempelajarinya tak perlu waktu lama. Sejam pun selesai. Lha wong fungsi dari Mapsource lebih banyak untuk download dan upload data GPS Garmin ke komputer.

Bosen dengan kegiatan membuat modul pelatihan dalam bentuk tekstual, saya pun mencoba membuatnya dalam versi video. Ya, mengapa tidak dicoba? Pilihan pun jatuh pada freeware (atau shareware ya?) Freez Screen Video Capture. Piranti lunak ini berfungsi untuk merekam kegiatan kita selama mengoperasikan komputer, tepatnya merekam gerakan kursor.

Selain gratis, penggunaan Freez Screen Video Capture relatif mudah. Bagusnya lagi, kita bisa saja memasukkan suara dalam video yang kita buat.

Sampai saat saya menulis posting ini, sudah 4 video cara penggunaan Mapsource saya buat. Lumayan keren, setidaknya menurut saya, hehehe.. Moga-moga sebelum selasa depan (26/08/08) saya sudah menyelesaiakan seluruh video panduan penggunaan Mapsource garmin. Nantinya, panduan penggunaan Mapsource ini akan saya share di Youtube. Ya, buat apa disimpen di harddisk doang kalau (siapa tau) ada yang membutuhkannya.

Sayangnya, video petunjuk penggunaan Mapsource ini turun kualitasnya setelah diolah menggunakan Windows Movie Maker. Yang terparah, suara merdu saya (yang adalah seorang Qori hehehe...) menjadi cempreng dan terdengar sudah uzur.

Ya sudahlah, setidaknya saya masih menyimpan file asli dengan kualitas lumayan bagus. Dan.. pastinya file yang ini tidak saya share, karena inilah modal saya cari makan hehehe..

Ini dia sebagian Video Panduan Penggunaan MapSource Garmin:



Video saya lainnya:Ekspedisi di Natuna

original post by anang, yb

Reblog this post [with Zemanta]

Aug 19, 2008

Jadi Pelacur Membuat Saya Lemas

Born of martial art, staff twirling has caught...Image via Wikipedia Ternyata niat untuk menjadi manusia sewajarnya tidak mudah terwujud di negeri ini. Ukuran "sewajarnya" bagi saya adalah tidak neko-neko meski juga tidak berarti berperilaku seturut arus warga negara lainnya.

Tulisan ini adalah tentang keluh kesah saya. Tentang kegagalan saya memegang teguh niat untuk berlaku bersih terutama dalam berprofesi. Ibarat seorang dukun beranak, saya telah meloloskan niat seorang ibu untuk menggugurkan kandungannya demi menghindari aib yang berkepanjangan!

Dunia konsultan survei pemetaan memang tak bisa selamanya pisah ranjang dari yang namanya akal bulus. Dunia pemetaan juga tak bisa selalu berasyik-masyuk sepanjang waktu dengan nilai-nilai idealis. Biarpun saya menolak sugesti bersyair "sopo ora edan oro kumanan" (siapa tidak gila, tidak bakal kebagian)namun desakan untuk selalu melakukan kompromi terhadap keinginan pembayar, rasanya susah juga untuk selalu dihindari.

Akhirnya, jebol juga pertahanan saya untuk tidak melacur: membuat laporan pekerjaan dengan adonan sesuai selera pemberi pekerjaan. Tentu saja peta yang saya buat tak lagi sesuai fakta di lapangan, tak lagi seusai dengan idealisme yang tercantum dalam latar belakang, tujuan, dan sasaran pekerjaan.

Lantas untuk apa saya musti menurunkan tim surveyor lengkap dengan 20 GPS di lapangan? tanya saya di depan dua puluhan pejabat-pejabat pemberi pekerjaan...

Apa gunanya juga hasil survei berhari-hari bila akhirnya kami musti memakai data sekunder yang kami tak tahu asal-usulnya? Tanya saya lagi.

Saya tahu, hadirin -walau diam- pasti menyangka saya terlalu hijau untuk urusan kong kalingkong. Saya juga sadar kalau kata-kata saya terlalu keras dan membuat pihak perusahaan yang mengontrak saya menjadi panas dingin. Takut tidak dibayar.

Akhirnya, penjelasan yang berbusa-busa pun meluncur dari pejabat pemberi pekerjaan. Saya tahu bahwa argumen mereka tak lebih dari cara mereka untuk membedaki wajah mereka yang sempat ternoda kata-kata saya.

Singkat kata, saya pun menyerah. Lemas tak berdaya. Jangan tanya bagaimana kronologisnya, ruang blog ini terlalu sempit untuk menjelaskannya. Yang pasti satu kebohongan baru perlu dibuat untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Jadi analoginya, Bila dua tahun lalu tertulis instansi x menganggarkan membagi seribu buku tulis, dan tahun lalu pemenang tender sudah melaporkan bahwa mereka telah sukses membagi seribu buku tulis, maka tahun ini, saya sebagai anggota tim evaluasi juga dituntut untuk menuliskan hal yang sama agar tak ada aib yang terbuka.

Jangan tanya ini proyek apa dan di instansi apa. Tak perlu juga menelisik posting saya terdahulu, sebab saya belum pernah menulis cerita tentang proyek ini.

Ambil saja sisi moralnya. Tak semua anak tangga yang kita titi bersih dari kotoran kerbau. Bila kau mampu melompatinya, syukurlah. Bila tidak, tak ada cara lain selain harus menginjaknya untuk mencapai titian yang lebih tinggi. Kecuali engkau memilih untuk berbalik arah!

original post by anang, yb

Reblog this post [with Zemanta]

Aug 13, 2008

Pencapaian


Setinggi apa engkau sudah menggapai mimpi?


Tak terasa sudah 12 tahun terhitung sejak Februari 1996 saya diwisuda. Tak terasa juga kini sudah masuk Bulan Agustus, bulan dimana saya selalu berhitung seberapa jauh saya menjalani profesi sebagai geografer secara self employed. Hemm, tujuh tahun ya, bila dihitung dari start bulan Agustus 2001.

Self employed? Ah entahlah. Mana yang lebih tepat antara self employed dan freelancer. Yang pasti profesi geografer saya jalani tanpa kewajiban ngantor setiap hari, berangkat subuh pulang selepas jam 8 malem. Cukuplah isteri saya yang seperti itu :).

Seberapa tinggi kaki saya melangkah? Masih jauhkah dari titik tertinggi yang berani saya impikan? Tampaknya tidak lama lagi. Banyak hal sudah saya peroleh. Rumah tipe 36 sudah lunas. Honda Supra pun sudah lunas. Uang sekolah buat kakak masuk SMP dua tahun lagi juga sudah ada. Uang sekolah masuk SD untuk si kecil pun sudah saya tabung walau si kecil saat ini masih TK kecil. Dan... sebuah gerobak jepang pun sudah ada sebagai penanda ultah perkawinan yang ke-sepuluh.

Kemana saya musti mengarahkan kepala ini? ke bawah? Yap, tentu masih banyak teman se angkatan dan se almamater yang belum sampai pada titik yang saya peroleh. Baik dari sisi finansial maupun kenyamanan bekerja. Bahkan untuk teman geografi yang lebih tua dan lebih dulu lulus. Yah apa mau dikata: geografer bukanlah komunitas yang punya "departemen". Bandingkan saja dengan alumni fak. kehutanan yang punya Departemen Kehutanan, atau rekan alumni pertanian yang punya dep. Pertanian.

Perlukah saya mendongak? Tentu. Banyak juga rekan seumur yang sudah mencapai tingkat yang masih dalam impian saya. Memperoleh proyek prestisius dengan nilai besar, sudah berani membuka konsultan sendiri, sudah berani menolak pekerjaan entry level/operator, termasuk... mengerjakan proyek lintas negara! Ah indahnya bila semua itu bisa diraih. Terkadang pingin juga seperti yang lain, presentasi di Vietnam, membuat proyek tata ruang di Manila dll...

Tapi ada satu yang saya banggakan dan selalu saya sombongkan. Saya bisa mencapai titik seperti sekarang ini dengan cara yang sangat nyaman. Masih sangat banyak waktu untuk kedua bocah kecilku: masih sangat sempat untuk menguncir rambut si kakak sebelum berangkat sekolah, memasak spagheti untuk sangu sekolah, mengantar si kecil masuk TK, terkadang mengantar isteri berangkat kerja atau... sekadar browsing internet mencari jawab atas tugas-tugas sekolah.

Bagaimana dengan anda? Seberapa tinggi pencapaian anda sekarang?



original post by anang, yb

Jun 6, 2008

Situs Geografi yang Merana

Situs geografi yang dikelola suatu komunitas tampaknya susah untuk hidup. Dua contoh situs yang dulu sempat dikunjungi banyak peminat GIS dan Remotesensing yakni www.rsgisforum.net dan geografiana.com, keduanya tampak seperti hendak menghembuskan nafasnya yang terakhir. Untuk situs www.rsgisforum.net, posting terakhir dari redaksi adalah bertanggal 22 Februari tahun ini. Sudah berapa bulan yang lalu ya... Artistic impression of the 2001 Mars Odyssey on martian orbitImage via Wikipedia

Pada jamannya, situs www.rsgisforum.net menjadi rujukan utama para pencari data satelit dan peta. Ya, peristiwa tsunami mampu mengakrabkan Pemerhati, Pengguna dan Pengembang teknologi Remote Sensing (inderaja) dan Geographic Information System (GIS) di Indonesia dalam satu forum. Tapi masa itu sudah berlalu, dan situs www.rsgisforum.net tampaknya tak dilirik lagi.

Situs www.geografiana.com malah tak bisa dibuka lagi aksesnya. Situs Geografi yang maunya dibuat secara populer tampaknya juga terengah-engah di perjalanan. Awalnya situs ini dengan gepap gempita menampilkan diri sebagai portal yang secara cepat memberitakan peristiwa-peristiwa dari kacamata geografi. Tapi nasib bicara lain. Situs itu kini entah kemana.

Tampaknya ngeblog secara perorangan lebih bisa berstamina daripada ditanggung bareng. Tapi kenapa ya? Susah mempertemukan ego? Anda punya jawabannya?

original post by anang, yb
Zemanta Pixie

May 19, 2008

Quickly find GPS that fits my needs


As a geographer, I never need to fear getting lost in the wilderness ever again. Kalimantan rainforest or coral reef in Natuna Island only one of my favorite wild area; a GPS can be a very handy item, giving me piece of mind that I will always know exactly where I am.
Garmin and Trimble are my favorite GPS brands, especially Garmin 60i that provide Bahasa Indonesia language. It’s very easy to find the GPS that fits my needs. You know, reading thousands of GPS reviews and picking from hundreds of GPS products is difficult and frustrating, Wize.com solve this problem. Wize gathers millions of GPS reviews from websites like Walmart.com, Amazon.com, and CNET.

original post by anang, yb

May 2, 2008

Google Ocean Bakal Melengkapi Google Earth, Google Map, dan Google Sky

Blurred out image of the Royal Stables in The Hague, Netherlands.Image via WikipediaGoogle makin memanjakan penyuka dunia geografi. Seperti dilaporkan dalam news.com, saat ini google sedang bekerja keras menyiapkan fitur pemetaan baru berisikan informasi (tepatnya peta) lautan dunia. Bisa jadi fitur baru ini bakal dinamai google ocean atau sebangsanya itu.

News.com memaparkan, google ocean bakal dilengkapi dengan peta oseangrafi, topografi bawah air, fitur pencarian untuk olahraga dan atraksi, dan tentunya fasilitas zooning dan panning. Layaknya google earth dan google skay, anda pun bakal bisa melakukan overlay peta oseanografi ini dengan pola cuaca, temperatur, sebaran terumbu karang, dll.

Tapi sabar ya, soalnya masih dalam rencana!

original post by anang, yb

Apr 1, 2008

Asupan buat geografer: Ini teh susu..


Moga-moga anda masuk ke blog ini bukan karena lagi searching gambar ihik lewat google!

Saya cuma mau cerita soal makan. Bagi saya dan mungkin sebagian orang lain, makan adalah sebuah petualangan. Artinya, lidah saya terlalu longgar dan terlalu lemas untuk menolak makanan, termasuk jenis makanan baru. Rakus? Memang kadang iya..

Biarpun lahir, besar, dan moga-moga nanti masa tua bisa tinggal lagi di Jogja, tapi toh makanan yang tak manis pun saya suka. Duluuu.. rasanya mau muntah kalau minum teh tanpa gula. Berhubung saya sekarang cari makan di habitatnya orang sunda, maka rasa teh tawar pun terasa nikmat. Mak nyuusss...

Kelamaan survei di Jambi dan Riau pun mengubah kesukaan selera makan. Mengingat kala itu hampir setiap hari cuma nemu masakan Padang, maka sayur pedas bersantan pun kini menjadi favorit saya.

Bagaimana dengan minuman? Ini beda lagi. Pernah dua kali saya musti menelusuri Kalimantan dari pucuk bawah Kalsel hingga wilayah perbatasan dengan Malaysia di ujung utara Kalimantan. Apa yang saya temui? Susu kedelai alias soya selundupan hampir selalu saya temui di warung-warung. Enak lho... Keranjingan susu kedelai terus berlanjut hingga sekarang. Jadinya, tiap sabtu saya selalu berlangganan susu kedelai segar walau cuma setengah liter.

Tapi tetap saja ada yang tidak berubah. Bibir saya tetaplah perawan dari sodokan lintingan tembakau. Resikonya, saya adalah perokok pasif di antara para pembakar paru-paru. Kalau sudah begitu, saya memilih untuk menyeruput milo ... sluruup....!
Termasuk saat lembur di rumah, tentunya. Ada laptop tentu ada milo!

original post by anang, yb

Mar 4, 2008

Walhi Ajak Masyarakat Sewa Hutan Lindung

Bila anda punya uang receh, jangan buru-buru dikasihkan ke pengamen, apalagi pengamen yang cuma bisa jrang-jreng sekenanya. Ada dua peluang besar buat anda. Yang pertama, anda bisa gunakan untuk belanja nama domain yang makin memurah. Nggak butuh "barang begituan"? Okey deh. Kalau begitu belanjakan saja untuk yang satu ini: beli kapling hutan lindung!

Belanja kapling hutan lindung jelas teramat murah. Jauuuuh... lebih murah dibandingkan uang keamanan yang dipatok preman cengeng di sekitar lapak-lapak kumuh di ibukota.




Lebih detailnya, baca saja tulisan di bawah ini yang saya kutip dari Media Indonesia dan media indonesia mengutipnya dari Antara:


Aksi protes LSM lingkungan hidup Walhi terhadap kebijakan Peraturan Pemerintah (PP) No 2 tahun 2008 tentang Penerimaan Negara dari Bukan Pajak (PNBP) berupa izin kegiatan pertambangan terbuka di kawasan hutan lindung terus bergulir, bahkan ide terbaru adalah dengan mengajak masyarakat Indonesia ramai-ramai menyewa kavling hutan.

"Mulai pekan depan, Walhi akan menggelar kampanye agar masyarakat menyewa lahan hutan lindung yang masih tersisa di Indonesia agar tidak disewa oleh perusahaan tambang," kata Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Walhi, di Jakarta, Minggu (2/3).

Menurut Chalid, secara resmi kampanye ini akan diluncurkan pada awal pekan, atau sekitar Senin (3/3) atau Selasa (4/3). "Daripada disewa oleh perusahaan tambang, yang jelas-jelas hanya akan mencemari kawasan hutan lindung, lebih baik masyarakat yang menyewa dan uangnya diserahkan ke negara sebagai tambahan pendapatan," katanya menjelaskan.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah mengeluarkan PP No 2 tahun 2008 sebagai salah satu cara mendapatkan pendapatan dari hutan. "Daripada disewakan ke perusahaan tambang, lebih baik masyarakat menyewa dengan tarif Rp1.000 per meter persegi untuk masa sewa 1 tahun. Dan uang yang terkumpul akan diserahkan ke Departemen Keuangan sebagai tambahan untuk kas negara," katanya.

Sementara itu Greenomics Indonesia menyatakan upaya pemerintah menggenjot penambahan penerimaan negara dari sektor pertambangan umum sebesar Rp1,5 triliun dalam revisi APBN 2008 - dari angka awal Rp4,24

triliun menjadi Rp5,77 triliun - adalah satu bentuk kebijakan yang tidak cerdas.

"Kebijakan itu menjadi tidak cerdas karena di sisi lingkungan hidup itu berarti mengorbankan hampir satu juta hektare hutan lindung untuk aktivitas pertambangan terbuka," kata Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

(Ant/OL-03)



original post by anang, yb

Feb 25, 2008

LOMBA PENULISAN ARTIKEL/BERITA TENTANG SURVEI DAN PEMETAAN UNTUK WARTAWAN MEDIA CETAK 2008-deadline 7 Juli 2008

Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mapiptek)
bekerjasama dengan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) mengadakan lomba penulisan artikel/berita tentang Survei dan Pemetaan (Surta) untuk wartawan media massa cetak.

Lomba penulisan bertema “Kegiatan dan Peranan Geospasial (Survei dan Pemetaan) Masa Lalu dan Masa Depan” itu bertujuan untuk menyebarkan informasi mengenai pentingnya Survei dan Pemetaan. Selain itu diharapkan juga memacu minat masyarakat Indonesia untuk mengetahui, memanfaatkan maupun mengembangkan teknik geospasial dalam berbagai kegiatan.

Informasi geospasial selama ini dimanfaatkan dalam berbagai keperluan. misalnya dalam pengelolaan sumber daya alam, informasi mengenai batas-batas negara dan wilayah, pengaturan tata ruang, potensi bencana, keperluan mitigasi dan berbagai keperluan lain.

Informasi keruangan atau geospasial itu sangat dibutuhkan untuk lebih memudahkan pemahaman, misalnya dengan peta maka lokasi/posisi sebaran dan luasan sumberdaya alam dapat dipahami secara mendetil untuk dimanfaatkan.

Sub tema penulisan :
1. Program pemetaan batas wilayah di Indonesia
2. Berbagai aplikasi GPS (Global Positioning System) dan GIS (geographic information system) di sektor ekonomi
3. Masalah dan perkembangan Toponimi di Indonesia
4. Aplikasi teknologi penginderaan jauh di Indonesia
5. Pengembangan peta dan atlas untuk penanganan bencana
6. Peran Bakosurtanal dalam pengembangan survei dan pemetaan di Indonesia

Kriteria Lomba :
1. Terbuka untuk semua wartawan media cetak Indonesia, yang dibuktikan dengan fotokopi identitas wartawan.
2. Naskah yang dikirimkan sudah harus diterbitkan di media cetak mulai 2 Oktober 2007 sampai 7 Juli 2008.
3. Penerimaan naskah paling lambat tanggal 10 Juli 2008 (cap pos). 4.
Selama periode lomba, peserta minimal menulis 6 artikel terkait tema lomba
5. Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu materi publikasi (masing-masing rangkap 3) yaitu dalam bentuk daftar tulisan dan fotokopi kliping tulisan.
6. Panitia berhak menggunakan karya tersebut untuk keperluan publikasi dan promosi pihak penyelenggara.
7. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
8. Naskah dikirim ke :

Bidang Promosi dan Administrasi Kerjasama Pusjasinfo
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal)
Jl. Raya Jakarta - Bogor KM. 46
Cibinong 16911

Atau ke :

PO BOX 7085 JKP SA
Jakarta 10350 A

Kriteria Penilaian:
1. Kesesuaian dengan tema lomba
2. Unsur kebaruan/Inovasi
3. Penggunaan EYD yang benar dan baik
4. Solusi dan analisa
5. Kuantitas penulisan sesuai tema

Hadiah :
- Juara I : 1 Unit Sepeda Motor senilai Rp. 10.000.000,- + Piagam + Plakat
- Juara II : 1 Unit Laptop senilai Rp. 7.500.000,- + Piagam + Plakat
- Juara III : 1 Unit Kamera Digital senilai Rp 5.000.000,- + Piagam +Plakat

Ditulis ulang dari ika maya susanti

original post by anang, yb

Feb 22, 2008

Rasul yang terlambat 52 jam


"... saya tidak percaya bahwa dalam urusan dunia,
Tuhan melempar dadu" -Albert Einstein.

Sembilan hari di Senakin, Kalimantan Selatan harus saya bayar dengan mahal: hilangnya kesempatan menjadi lektor*. Setidaknya hingga tiga tahun ke depan!

Entah kenapa, keinginan menjadi lektor (semacam qori/qoriah) tiba-tiba muncul saat kesempatan itu dibuka di paroki saya. Romantisme lama di masa muda dulu pun muncul kembali. Di gereja kecil di pelosok Bantul sana, saya sering mendapat kehormatan membaca kutipan kitab suci saat misa kudus hari raya Natal dan Paskah. Yah, belasan tahun yang lalu....

Untuk itulah, walau tak muda lagi (dan memang tak harus orang muda) saya pun dengan mantap menyerahkan sepenggal hidup saya untuk menjadi lektor.

***

17 Februari 2008 adalah saat yang paling ditunggu. Di hari itulah semua lektor baru di paroki saya dilantik di hadapan ratusan umat dalam misa kudus hari minggu pagi.

Tapi saya tidak ada di sana! Saya masih di dalam belantara hutan Kalimantan! Sedih, kecewa, dan rasanya begitu kehilangan...
Sekedul kegiatan survei di hutan Kalimantan semestinya sudah selesai dua hari sebelum pelantikan lektor berlangsung. Tapi banyak 'kebetulan' yang membuat saya terpenjara di hutan Kalimantan.
Kebetulan pesawat Riau Air sedang grounded sehingga saya harus menempuh perjalanan panjang dan berliku selama nyaris dua hari untuk memburu jadual pelantikan lektor. Mulai naik mobil menyusuri hutan dan tambang batubara, dilanjutkan naik speed-boat, menginap sebentar di Pulau Laut, dilanjutkan naik ferry, disambung dengan naik mobil selama 7 jam non stop melintasi jalan rusak hingga tengah malam baru tiba di Banjarbaru. Esok pagi jam 9.20 wita saya baru bisa terbang ke Jakarta.

Saya tiba jam 12 siang. Tapi bukan hari Minggu, saya tiba di Cengkareng hari Selasa. Saya terlambat 52 jam!

***

Buku berjudul "When God Winks -menangkap isyarat Tuhan dari Peristiwa-peristiwa Kebetulan" menemani saya sepanjang hari selama di Kalimantan, termasuk saat di dalam pesawat terbang.

Ada berapa banyak "kebetulan" yang saya terima selama di Kalimantan? Ah, cukup banyak.
Kebetulan - pesawat Riau Air sedang grounded sehinga saya tidak bisa selekasnya masuk dan keluar lokasi survei di tengah hutan Kalimantan.
Kebetulan - pelaksanaan kegiatan survei tersendat-sendat karena dua pihak yang berselisih tidak semuanya kooperatif. Oh ya, saya di sana menjadi -semacam- tim pencari fakta atas konflik lahan dua pengusaha kehutanan.
Kebetulan - saya menggunakan SIM card Mentari yang nyata-nyata "tidak bersinar" sama sekali di daerah pelosok


Sekadar kebetulan kah? atau ada isyarat yang hendak disampaikanNya melalui rentetan peristiwa kebetulan tersebut?

***
S. Quire Rushnell, penulis buku "When God Winks" telah berhasil menghibur saya. Katanya, hidup kita bukanlah suatu kumpulan dari pengalaman acak yang membawa kita bagaikan setangkai ranting yang hanyut di aliran sungai ke tujuan yang tidak diketahui. Kita adalah bagian dari sebuah rencana yang jauh lebih besar.

Seperti kebanyakan orang, saya pun menyimpan kecurigaan kecil yang sangat jarang diutarakan. Bahwa ada sesuatu yang lain dari seuatu peristiwa kebetulan, sesuatu yang khusus dan nyaris spiritual. Dengan tidak membiarkan peristiwa kebetulan terlupakan begitu saja, serta dengan meyakini bahwa Tuhan tidak pernah melempar dadu di setiap hidup kita, saya pun bisa tersenyum walau impian merasul lewat peran sebagai lektor musti saya pupus. Biarpun serangkaian proses mulai dari audisi, latihan, bahkan rekoleksi menjelang pelantikan menjadi lektor telah saya lalui. Tapi nyatanya Dia merancang saya untuk berada di belantara hutan Kalimantan saat pelantikan lektor musti saya jalani. Bisa jadi DIA sudah menyiapkan peran lain untuk saya.

SMS dari koordinator lektor paroki kembali saya baca, tapi kini dengan senyum ikhlas:
"...aduh sayang amat ya mas Anang. Pdhl sdh ikut dr pertama. Gpp deh, dicoba lg 3 thn lg. Good luck ya."


* Lektor adalah hamba Tuhan yang telah ditunjuk oleh Allah sendiri untuk menjalankan tugas penyampaian firman Tuhan dengan suara yang lantang dan suara dari hati yang penuh sukacita selama perayaan Misa kudus.


original post by anang, yb

Feb 20, 2008

9 Hari Di Hutan Kalimantan


Badan masih gosong terutama di bagian tubuh yang terbuka seperti tengkuk dan telapak tangan. Gatal-gatal masih juga menjalar di kaki dan tangan akibat terkena getah pohon rengas dan tergores ilalang setinggi kepala. Bayangan lidah api dari belukar terbakar yang mengejar saat survei belum juga lepas dari ingatan.

9 Hari di hutan Senakin, Kotabaru, Kalimantan Selatan telah menambah pengalaman, ilmu, ide cerita dan tentunya foto dan video bagi saya. Pingin selekasnya mengobral cerita di blog ini.

Tapi sabar. Satu foto dulu ya. Foto hutan kalimantan yang -pastinya- tidak sesexy hutan Kalimantan versi Garin Nugroho.


original post by anang, yb

Buku GIS Paling Dicari


Keseringan ditanya peserta training soal dimana musti mencari buku GIS, saya terpikir untuk membantu mencarikan buku semacam itu.

Buat Anda yang tinggal di kota besar semacam Jakarta, Bandung, Surabaya, tentu gampang saja masuk toko buku Gramedia untuk mencari buku bertema GIS dan remote sensing. Tapi bayangkan, betapa ribetnya untuk urusan yang sama bila anda tinggal di Senakin, Tanjung Selor, Muara Teweh, atapun di Nunukan.

Untuk itulah -bukannya sok pahlawan-, tapi sekadar membantu Anda yang kesulitan mencari buku bertema GIS dan Remote sensing, saya menawarkan diri untuk membantu mencarikan buku-buku tersebut.

Tentu saja saya tidak tega mengambil untung. Anda juga tidak perlu memikirkan uang bensin untuk saya biarpun saya musti mondar-mandir ke Gramedia. Tidak perlu juga memberikan uang rokok, karena -sampai kini- bibir saya masih perawan dari sodokan rokok.

Cukup bayarkan sejumlah harga buku tercantum yang sama persis dengan yang tertera di Gramedia plus ongkos kirim sesuai daftar disini. Okey?

Ini dia buku GIS yang mungkin anda cari, semuanya karangan Eddy Prahasta:
Sistem Informasi Geografis Konsep Dasar (39.000)
Sistem Informasi Geografis Tutorial Arcview (52.000)
Sistem Informasi Geografis Arcview Lanjut (75.000)
Sistem Informasi Geografi Tools & Plug-Ins (69.000)
Sistem Informasi Geografis Belajar & Memahami Mapinfo (50.000)
Aplikasi Pemrograman Mapinfo (75.000)
Membangun Aplikasi Web-Based Gis Dengan Mapserver (90.000)

Kalau yang berikut ini dari Penerbit Andi:

Avenue, untuk Pengembangan Sistem Informasi Geografis (37.000)
Sistem Informasi Geografi dengan Autocad Map (30.000)
Sistem Informasi Geografi dengan Autocad Map (bagian II) (30.000)

Kalau yang ini buku Remote Sensing karangan Sri Hardiyanti
Interpretasi Citra Digital (35.000)

Gimana? Kalau memang tergiur, kontak saja saya di anangyb@gmail.com
Moga-moga saya ada sedikit waktu untuk membelanjakan kebutuhan anda!



original post by anang, yb

Jan 19, 2008

Microsoft Office 2007 Excel does not allow tables to be saved as .dbf format


For the set of file formats with the lowest usage, Microsoft Excel will be discontinuing support for opening and saving of these formats. For the second set that has some minimal usage, Microsoft Excel will support loading the files in Excel 2007 to allow you to save them in a newer format.

The following formats cannot be opened or saved in Excel 2007:

WK1 (1-2-3)
WK4 (1-2-3)
WJ3 (1-2-3 Japanese) (.wj3)
WKS (1-2-3)
WK3,(1-2-3)
WK1,FMT(1-2-3)
WJ2 (1-2-3 Japanese) (.wj2)
WJ3, FJ3 (1-2-3 Japanese) (.wj3)
DBF 2 (dBASE II)
WQ1 (Quattro Pro/DOS)
WK3,FM3(1-2-3)
Microsoft Excel Chart (.xlc)
WK1,ALL(1-2-3)
WJ1 (1-2-3 Japanese) (.wj1)
WKS (Works Japanese) (.wks)
The following formats may be opened, but not saved to in Excel 2007:

Microsoft Excel 2.1 Worksheet
Microsoft Excel 2.1 Macro
Microsoft Excel 3.0 Worksheet
Microsoft Excel 3.0 Macro
Microsoft Excel 4.0 Worksheet
Microsoft Excel 4.0 Macro
Microsoft Excel 97- Excel 2003 & 5.0/95 Workbook
Microsoft Excel 4.0 Workbook
DBF 3 (dBASE III)
DBF 4 (dBASE IV)


Solution fot Geographers:

Export an Excel table to .dbf format within ArcGIS.

In Excel 2007, save the table as, 'Excel 97-2003 Workbook' (.xls format).
Navigate to the .xls table location through ArcCatalog, and expand the file to view the worksheets.
Right-click on the worksheet representing the table. Select Export > To dBase (single).

Related Information
Format a table in Microsoft Excel for use in ArcMap

Instructions provided explain how to format a table in Microsoft Excel for use in ArcMap. ArcMap does not read the native format for MS Excel (*.xls), but is able to read the following table formats: -dBase IV -dBase V -PRN -CSV Create...
Insert an Excel chart into ArcMap
Instructions provided include steps for inserting an Excel chart into ArcMap, while maintaining a live link between them. Any changes made to the Excel chart are automatically updated in ArcMap.
Connect to an Excel spreadsheet in ArcCatalog
Instructions provided describe how to connect to an Excel spreadsheet from ArcGIS. ArcGIS can retrieve data from Microsoft Excel 5.0, 7.0, 97, or 2000 files.
original post by anang, yb

Jan 17, 2008

GARMIN 76CSX: Mengapung di air



original post by anang, yb

Kesal dengan taksi bandara Cengkareng? Coba deh Laks Transport!


Setiap nyampe bandara Cengkareng dan mau 'mudik' ke rumah saya yang di Bekasi udik, saya selalu dihadapkan pada dua pilihan: naik Damri bandara atau naik taksi saja. naik Damri? Enak juga. Lumayan murah. Sayangnya musti nunggu lama dan seringkali musti berdiri. Atau naik taksi? ini lebih enak. Karena pasti dapat tempat duduk (ya iya laaah...) sayangnya ongkos naik taksinya setara dengan ongkos tiket pesawat Jakarta-Yogya.

Baru tadi malem saya ngeh! Ternyata ada alternatif lain yang jauh lebih uenak...
Namanya LAKSTRANSPORT. Apaan tuh?

Saya juga baru sekali ngerasain naik jasa angkutan ini, ya tadi malem sepulang ngajar penggunaan Garmin 76CSX di Palembang. Gara-garanya Lion Air murahan yang saya pakai dan mustinya cabut dari Palembang jam 18.45, di delay hingga 3 jam. Artinya saya nyampe Cengkareng hampir jam 11 malem. Mau balik Bekasi naik Damri? Apa masih ada jam segitu?

Untungnya saya berdua dengan teman yang pernah ngerasai enaknya naik LAKSTRANSPORT.
Jadilah saya berdua pulang naik Grand Livina menuju Bekasi.

Apa sih untungnya naik LAKSTRANSPORT ? Yang pasti, jasa transportasi ini resmi. Ada counter mereka di dalam bandara, sederet dengan counter penjaja kamar hotel. Jadi letaknya di dalam, tidak berbaur dengan calo omprengan.

Keuntungan lain, kita bisa memilih mau model drop atau carter. Kalau saya sih milih carter, karena murah amir: 180 ribu/tiga jam. Bayangin kalau anda dengan dua kawan mau meninggalkan Cengkareng namun rumahnya berjauhan. Taruhlah Anda tinggal di Tebet, temen anda tinggal di Palmerah, dan satunya lagi di Bekasi. Dengan tarif 180 ribu, semuanya bisa diantar ke depan rumah! Toh tidak sampai tiga jam untuk mengantar ketiganya. Bahkan bisa jadi masih sempat mampir sebentar di Plaza Semanggi membeli selusin donat J.Co hemmm nyaaam...

jangan bayangin mobilnya gitu-gitu doang. Anda bisa milih kok. Mau Grand Livina, atau Altis? Dijamin tanpa argo, dan plat hitam.

Mau coba? Silakan aja. Setidaknya leher anda tidak akan tegang karena tidak perlu sebentar-sebentar nengok argo taksi bandara yang banyak nakalnya.

original post by anang, yb

Dec 20, 2007

Download Gratis Peta Surabaya, Jakarta, Bandung, Yogyakarta. It's Gratis


Kamu yang lagi cari peta Surabaya, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, silakan download gratis peta tersebut. Barusan saya googling dan nemu link peta kota-kota tersebut.

Entah siapa yang upload, yang jelas kita perlu angkat topi. Moga-moga rela ya saya sebarin info link download gratis peta kota Surabaya, Jakarta, Bandung, Yogyakarta ini.

Berikut link yang saya temukan lewat google:

(jangan salahkan saya ya kalau pas kamu mau download ternyata file sudah dicabut ama yang upload...)

Kota Jakarta :
http://rapidshare.com/files/41661583/megapolitan.part1.rar
http://rapidshare.com/files/41662633/megapolitan.part2.rar
http://rapidshare.com/files/41662492/megapolitan.part3.rar

password : mokers

Kota Bandung
http://rapidshare.com/files/43238015/Bandung_20Map.rar


Kota Surabaya dan Yogya
http://rapidshare.com/files/43225678/Surabaya_Map.rar
http://rapidshare.com/files/43228112/YOGYA.MAP.rar

password : borneo


(bila ada yang keberatan dengan penyebaran link download gratis peta kota Surabaya, Jakarta, Bandung, Yogyakarta ini disini , silakan kontak saya)


UPDATE:
Ada yang kesulitan download peta surabaya? silakan download peta surabaya disini password BORNEO

original post by anang, yb

http://www.ziddu.com/download/2927817/Surabaya_Map.rar.html

Reblog this post [with Zemanta]

Dec 17, 2007

Ada Break... Ada Bokep!


Saat jadi trainer, saya selalu sadar diri. Saya ini cuma pengajar, bukan pendidik. Jadi kalau peserta pelatihan membayar saya untuk diajari GIS atau penginderaan jauh, ya hanya itu yang mati-matian saya sampaikan. Tidak nyenggol urusan pribadi, biarpun sesampai di rumah saya bakal ngegosipin ulah mereka sama isteri. Ehem, kebetulan hobi kami memang ngegosip.

Tapi kali ini saya mau berbagi gosip, tidak cuma dengan isteri saja. Anda pun boleh ikut nguping.

Seperti yang sudah-sudah, peserta training cuman segelintir saja. Anak saya yang baru tiga tahun pun bisa menghitungnya. Dan pastinya, peserta adalah 'orang daerah' alias luar kota. Luaaar banget. Masih muda, pakaian diseterika rapi, dan hanya bisa Microsoft Word. Hehehe...

Cuman satu hal yang bikin saya super risi: hobi nonton bokep! Film bokep (alias film blue, alias film lendir) selalu menjadi pengisi hari-hari mereka. Nggak beda kayak anak SD yang tidak sabar menunggu bel jam istariahat untuk main gundu, begitu juga mereka.

Saat break alias rehat adalah saat mereka menjereng mata lebar-lebar sambil berdesak-desakan di depan laptop. Serius banget. tegang banget. Untung nggak sampai ngeces ces! Sebagai trainer saya lumayan ngiri juga, soalnya pas diajar nggambar peta mereka tidak senafsu dibandingkan saat memelototi film bokep dan foto-foto 'berdaging' yang dicomot dari internet.

Tobat...! Sebelas tahun jadi trainer, baru kali ini ngadepin peserta training yang katrok seperti ini.

Asal tahu saja, seusai saya ngajar di hari pertama, salah seorang peserta sudah menempel saya dan merayu, "Abang, boleh dong pinjem infocus-nya malam ini. Buat nonton di kamar hehehe..".

Sejuta topan badai....!

original post by anang, yb

Nov 2, 2007

FlashGet: The Best Download Manager


Jualan data dengan ukuran file yang nggak kira-kira, memang musti pandai mensiasati diri. Bayangkan, satu file data Quickbird dengan luas areal 25km2 (ini luasan minimum order lho) bisa segede 800Mb alias nggak muat di satu CD.

Belakangan, saya lebih suka jualan Quickbird dengan sistem pengiriman via FTP-pull. Alasannya sederhana: kalau pakai sistem satunya, yakni pakai media CD/DVD musti nunggu lama. Data yang dikirimkan dari Digitalglobe pusat sana biasanya baru sampai ke kantor sekitar semingguan bahkan lebih. Dan... waktu semingguan adalah waktu yang super ribet karena klien akan sangat rajin kirim SMS dan menelepon dengan satu pertanyan tunggal: kapan barang dikirim, pak?

Dengan sistem FTP-pull, setidaknya kode download sudah mampir di email saya sekitar dua harian. Tapi bagaimana dengan downloadnya? Ya, saya tawarkan dua aletrnatif ke klien: mau download sendiri ya monggo... kan mereka juga untung karena gratis biaya kirim. Atau, boleh juga minta tolong saya download-kan.

Nah, dengan koneksi speedy yang saya punya, satu file Quickbird dengan ukuran (misalnya) 1 GB musti dibarengi dengan kerja lembur karena kadang perlu waktu sehari semalem hingga download tuntas! Yah itulah speedy rumahan....

Untunglah saya pakai FlashGet !

FlashGet adalah download manager yang paling handal yang pernah saya pakai. Kenapa? ya karena baru freeware ini yang sempat saya coba hehehe... tapi coba deh liat daftar keunggulan flashGet berikut ini:

- Optimize the system resource
FlashGet can use up the lowest system resources and will not influence your normal work or study.
- Call anti-virus automatically
FlashGet can call anti-virus automatically to clean viruses, spyware and adware after finishing download.
- 100% Clean, free
No adware and spyware, Easy to install and use
- increase the download speed and stability
Flashget can increase download speed from 6-10 times. It uses MHT (Multi-server Hyper-threading Transportation) technique and optimization arithmetic and it
- SupportHTTP,FTP,BT,eMule and other various protocols
FlashGet supports HTTP,FTP,BT,MMS,RTSP and other protocols. It is seamless between protocols and there is no need to operate manually for download switch. The One Touch technique optimizes BT download and can automatically download target files after getting seeds information, hence no need to operate again.
- Powerful files management feature
It supports unlimited categories. Each category is assigned a download saving directory. The powerful management feature can support drag and drop, adding and description, search, rename, etc.


Nah, ringkas kata, kalau anda sudah mendownload freeware ini, silakan aktifkan hingga muncul tampilan seperti ini:

Sudah siap download? Ups, pastikan dulu harddisk anda masih cukup spacenya ya...
Oke. Kalau sudah yakin, klik button NEW hingga muncul window seperti di bawah ini:


Saatnya kini anda memasukkan alamat URL server tempat anda bakal menyedot data. Pilih juga tempat penyimpanan data hasil download. Kalau akses download dilengkapi dengan username dan password, ya masukkan saja pada tempat yang tersedia. Seperti biasa, tekan OK untuk mulai download...

Nah, dengan FlashGet ini download data dijamin lebih cepat dan tidak perlu khawatir musti ngulang dari awal andai akses internet terputus.

Selamat mencoba!

original post by anang, yb