Mar 6, 2008

Program Tanpa Bendera

.. ketulusan adalah milik mereka yang bisa memberi tanpa mengingat, dan menerima tanpa melupakan.(anang, yb)


Kaum menengah, termasuk anda -masyarakat yang sudah mampu mengakses internet- sering diberi stigma sebagai kaum yang tak peduli pada jatuh-bangunnya masyarakat sekeliling. Bumi berguncang sehebat apa pun, mereka enjoy aja.

Bisa saja mereka berurai air mata saat membaca di internet kisah ibu hamil tua mati sekarat karena kurang makan. Tapi saat kisah itu berakhir di kalimat terakhir, air mata pun kita hapus dan jemari buru-buru menggerakkan scroll mouse, mencari cerita lain yang lebih seru.

Atau bisa jadi kita begitu asyik dan semangat berdiskusi soal gedung SD yang ambrol diterjang banjir, atau jaksa yang diseret polisi. Sayangnya begitu dering handphone menjerit, buru-buru kita berujar: .. eh, sori bro. Gue cabut dulu ya. Pacar gue udah nunggu tuh di depan!

Soal apa yang terjadi di negeri ini: gue sih asyik-asyik aja... sepanjang nggak nyenggol gue!

Itulah makanya dulu rekan saya mendirikan MPD alias Masyarakat Profesional untuk Demokrasi. Mereka ikut berdemo walau tetap menenteng handphone dan naik taksi untuk masuk ke gedung MPR.

Tapi tak usahlah anda seperti itu bila memang tidak tertarik.

Hari ini saya menemukan sebuah blog yang dibuat lewat layanan blog gratisan. Tak ada asesoris widget warna-warni di sana. tak ada juga kotak Mybloglog atau deretan iklan adsense.
sederhana sekali. Bukan pula deretan gambar artis seksi yang terpajang, tapi justeru gambar polos bocah usia sekolah. Wajah-wajah yang tidak beda jauh dari wajah menggigil yang seringkali menghampiri kita di lobby kantor sambil menawarkan payung.

ada foto dea yang tanggal lahirnya selisih enam hari dari ultah saya
ada Dafa yang tinggal di rumah petak
ada Reza yang pastinya bukanlah yang tinggal di Brajamusti
dan ada juga Laura, Magda, Miko, dll

Ada cita-cita yang ingin mereka wujudkan, tentu lebih dari sekadar cita-cita untuk bisa nongol di internet. Anda pun bisa membantu mewujudkan impian mereka kalau memang terketuk. Tak apa walau anda mungkin sekadar membantu menghantar mereka menaiki satu anak tangga saja.

Kunjungi mereka di situs PROGRAM TANPA BENDERA. Inilah program tanpa wajah, membantu tanpa harus diketahui siapa jati diri kita sebenarnya..

Inilah kekuatan blog yang mungkin tidak dikira oleh Mas Roy. Kekuatan masyarakat anonim, tak berbendera, tak hirau dengan publikasi tapi bisa berbuat untuk negeri.

Inilah anomali lain dari kaum menengah, sebuah pemberontakan dan pengingkaran dari stigma buruk!


original post by anang, yb